Pages

Tampilkan postingan dengan label PERSEBAYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERSEBAYA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2013

Terusir dari Surabaya , Persebaya Palsu Pindah Kandang ke Bangkalan

Mahalnya tarif sewa Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya membuat manajemen Persebaya palsu mewacanakan pindah home base ke Stadion Gelora Bangkalan, Madura. Opsi itu dinilai rasional karena Persebaya palsu tidak ingin merugi, terutama bila menjamu tim-tim yang kurang layak jual.

"Kami harus berhitung sekarang. Bila kami tidak mendapatkan keringanan sewa dari wali kota jelas kami makin babak belur bila melawan tim-tim yang kurang prospek,” ungkap CEO Persebaya Gede Widiade,  Rabu (13/2).

Di GBT, Persebaya palsu harus membayar Rp 35 juta untuk sekali menggelar pertandingan kompetisi lokal. Angka itu naik menjadi Rp 70 juta bila yang dijamu adalah tim dari luar negeri. "Jadi, menjadikan Bangkalan sebagai home base cukup masuk akal dan akan kami seriusi," lanjut pengusaha Surabaya yang sukses di Jakarta ini.

Tim Persebaya palsu Rabu pagi tadi baru mengawali latihan setelah vakum sebulan lebih. Dipimpin pelatih Ibnu Grahan, Erol Iba dan kawan-kawan menjalani latihan ringan di Lapangan Futsal Mangga Dua, Surabaya.

Gede menambahkan, saat ini dirinya fokus mencari dana untuk membiayai Persebaya dengan dibantu konsorsium PT Mitra Bola Indonesia (MBI). "Yang penting Persebaya harus tetap ikut kompetisi,” tegas Gede.

Persebaya palsu bakal mengawali kiprah mereka di liga tarkam  IPL 2013 dengan laga kandang melawan Bontang FC, 24 Februari mendatang.(gj)

Senin, 11 Februari 2013

Persebaya IPL semakin dekat dengan Kepunahan , Pemain Bingung

Kisruh internal Persebaya IPL yang saat ini belum tuntas menyangkut financial klub kebanggaan warga Surabaya, membuat seluruh pemain ‘Bajul Ijo’ prihatin dengan nasib yang saat ini dihadapi. Terutama tentang kejelasasn kontrak yang sampai saat ini masih terus menjadi perdebatan, karena dana konsorsium yang dijanjikan belum turun juga sampai dengan detik ini.
Kenyataan yang pahit ini malah membuat seluruh pemain bersatu dan terus menyanggupi untuk bertahan di skuad Persebaya IPL. Tak hanya pemain lokal saja, sejumlah pemain asing pun masih bertahan di skuad Persebaya sampai menunggu nasib mereka membela Persebaya musim depan.

Salah satu pemain asing, Goran Gancev melalui agennya, Gabriel Budi mengatakan, meski sudah mendengarkan pemaparan langsung oleh Komisaris Utama Saleh Ismail Mukadar, Direktur Utama Cholid Goromah dan Gede Widiade, akhir pekan lalu, namun mereka masih kurang puas.
Rencananya, pemain asing, khususnya Goran akan menemui Gede dalam pekan ini. Mereka ingin mempertanyakan secara langsung kepada Gede. “Mungkin bisa juga dalam minggu ini ketemu Pak Gede di Jakarta,” ujar Budi kepada wartawan, Senin (11/2/2013) pagi.
Dalam pesan pendek tersebut, Budi mengaku pemainnya sampai sekarang masih berada di Surabaya. “Kita tunggu Febuari ini. Kan jadwal terdekat Persebaya tanggal 24 Februari lawan Bontang di Surabaya,” imbuh pria berperawakan tegap ini.
Budi menegaskan, meski hingga kini belum ada kejelasan mengenai kelanjutan Persebaya, namun pemainnya tak akan memberikan deadline ke manajemen.
“Diharapkan secepatnya start training karena untuk persiapan home lawan Bontang. Soalnya kalau sangat mepet takutnya kondisi drop waktu masuk kompetisi,” pungkas (Bud)

Jumat, 08 Februari 2013

Persebaya Palsu Sekarat , Persebaya DU berpesta

Pemandangan kontras terjadi di tubuh Persebaya palsu IPL dengan Persebaya asli di Divisi Utama, malam ini. Di Mes Persebaya Palsu IPL, Jalan Karanggayam, Surabaya, segelintir  Bonek menggelar istigosah sebagai bentuk keprihatinan.

Sebaliknya, di kubu Persebaya DU justru mengelar acara launching tim di lapangan parkir Jatim Expo, Jalan Ahmad Yani. Berbagai berbagai macam acara hiburan digelar mulai dari launching jersey baru hingga parade band. "Mengawali kompetisi tahun ini, kami mengadakan launching yang berbeda dari tahun lalu. Lebih banyak hiburan," ujar Direktur Utama Persebaya Du, Diar Kusuma Putra.

Tujuannya, lanjut Diar, manajemen Persebaya ingin memberikan semangat bagi tim untuk bisa merealisasikan target menembus Indonesia Super League (ISL) musim depan. "Kami ingin memberikan semangat dan ingin mendekatkan antara suporter, pemain dan manajemen. Jadi bukan sekadar launching tim biasa," tandasnya.

Dalam acara launching tim, Persebaya DU juga memperkenalkan jersey terbaru. Kali ini menggandeng apparel asal Amerika, Warrior. Selama ini Warrior adalah penyuplai resmi jersey klub legendaris asal Inggris, Liverpool. "Untuk di Indonesia, Persebaya menjadi satu-satunya tim yang di-back up oleh Warrior. Nilainya sekitar Rp 800 juta untuk setiap musimnya," jelas Diar

Suasana berbeda justru terjadi di Mess Persebaya palsu IPL Jalan Karangayam, malam ini. segelintir  bonek berkumpul bersama dengan para pemain menggelar acara doa bersama sebagai bentuk keperihatinan atas kondisi tim berjuluk Bledhuk Ijo ini.

Acara istigosah digelar sederhana mulai pukul 18.30. Untuk biaya, para Bonek mengeluarkan biaya secara patungan. Biaya juga berasal dari penjualan kaus 'Save Persebaya' dan lelang nomor cantik. Hanya ada dua tumpeng dan nasi kotak untuk pemain dan tamu.

Seperti sudah diketahui, sudah sembilan hari bonek melakukan aksi pendudukan Mes Persebaya palsu  karena manajemen menghilang tanpa ada kejelasan nasib Persebaya palsu menjelang bergulirnya liga tarkam , Indonesian Premier League, 18 Februari mendatang.

"Kami berharap dengan acara dan aksi pendudukan ini, pengurus Persebaya (persebay palsu,red) yang berkonflik mau mendengarkan dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," kata Marley, salah satu Bonek yang ikut menduduki Mes Persebaya palsu .

Persoalan di tubuh Persebaya palsu  ini, menurut Marley, sebenarnya bisa selesai, jika pihak-pihak yang berkonflik mau duduk bersama. "Buang ego dan kepentingan, karena Persebaya adalah tim yang memiliki sejarah panjang yang harus dijaga," katanya.

Selain itu, lanjut Marley, Bonek juga ingin memberikan semangat kepada pemain Persebaya palsu. "Kami merasakan apa yang dirasakan pemain saat ini. Kami memberikan semangat kepada mereka, saat mereka berlatih sendiri di lapangan Karanggayam, tanpa instruksi pelatih dan manajemen," ujarnya.(fk)

Dihadiri Ribuan Bonek , Launching Persebaya DU Meriah !

Peluncuran tim Persebaya yang tanding di Divisi Utama (DU) versi PT Liga Indonesia, Jumat (8/2/2013) malam di Lapangan Parkir JX International, JL Ahmad Yani, Surabaya, berlangsung meriah. Sekitar 5 ribu Bonek hadir dalam acara ini.

Acara yang seharusnya dimulai pukul 19.00 terpaksa molor hingga sekitar pukul 20.30. Setelah sambutan-sambutan dari petinggi Persebaya DU, tiba saat dimana dilakukan perkenalan pemain sekaligus launching jersey anyar Persebaya DU. Satu persatu pemain dipanggil oleh MC untuk naik ke atas panggung.

Dari sekitar 25 pemain yang dipanggil, pemain senior, Uston Nawawi dan striker utama, Jean Paul Boumsong mendapat sambutan paling meriah dari para Bonek. Setelah semua pemain naik, MC lantas memberi kode agar pemain melepas jaketnya sekaligus mempertontonkan jersey anyar Persebaya DU.

Jersey Persebaya DU tahun ini mengandung kombinasi berbagai warna, seperti hitam, putih dan kuning. Tentu saja warna hijau masih mendominasi. Untuk dua tahun ke depan, jersey dan perlengkapan latihan Persebaya akan disuplai apparel asal Amerika, Warrior.

"Persebaya adalah klub pertama yang kami sponsori di Indonesia. Kedepan kami berharap Persebaya lebih berprestasi," tutur Ade Sarah selaku perwakilan Warrior.

Selain itu, dilakukan juga ikrar Bonek. Ikrar ini dihadiri sekitar 20an wakil dari Bonek serta Bambang Pramukantoro sebagai wakil dari manajemen. "Kami manajemen akan mengembalikan sebuah nama klub yang legendaris," tegas Bambang di depan ribuan Bonek.

Acara launching tim Persebaya DU dimeriahkan oleh fastival band. Beberapa band lokal yang ambil bagian antara lain, Heavy Monster, Devadata, Blingsatan, Fraud, Arek Band serta vokalos Boomerang, Roy Jeconiah. [gj]

IPL dipastikan Tanpa Arema Palsu dan Persebaya Palsu

Atmosfir Kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim ini terancam tak akan seru. Pasalnya dua klub kloningan yakni Arema palsu dan Persebaya palsu terancam tak ikut kompetisi yang digelar mulai Februari ini.

Persebaya palsu sendiri terancam tak bisa kompetisi IPL lantaran CEO Gede Widiade angkat tangan mengenai pengelolaan klub, sementara Arema palsu ditinggalkan oleh investor PT Setia Bina Nusa selaku anak perusahaan Ancora.

Pelatih Arema palsu, Dejan Antonic mengaku prihatin dengan kondisi Arema palsu dan Persebaya palsu. Menurutnya, kompetisi IPL tidak akan seru tanpa keikutsertaan dua tim kloningan asal Jawa Timur ini. Apalagi pertandingan yang mempertemukan keduanya menjadi salah satu daya tarik di kompetisi IPL.

"Mau jadi apa IPL ini jika tanpa Arema dan Persebaya? Setahu saya dua tim ini adalah magnet di IPL," kata Dejan Antonic Jumat (8/2/2013).

Selain situasi pelik yang menimpa Arema palsu dan Persebaya palsu, lanjut Dejan, sejumlah klub yang berlaga di IPL juga terlilit masalah finansial. PSM Makassar misalnya, hingga kini pemain belum menerima gaji selama beberapa bulan. "Kalau kondisnya seperti ini, yang jelas jangan sampai menyalahkan pemain dan pelatih. Itulah pemikiran saya, terserah orang mau terima atau tidak terima," tutur mantan pemain Persebaya ini.

Dengan kondisi tersebut, Dejan menilai PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) selaku regulator kompetisi IPL dinilai tidak profesional dalam menjalankan kompetisi. "Kalau liga hancur, timnas juga hancur, siapa yang salah. Menurut saya LPIS tidak profesional," imbuhnya.

Pelatih asal Serbia ini mengaku, sangat disayangkan jika Arema palsu tak bisa berlaga di IPL.

"Arema (arema palsu , red)  punya historis yang besar, jangan sampai rasa ego individu membuat tim ini hancur. Saya berada disini untuk bantu Arema, tak hanya cari uang," tandas Dejan. [num/but]

Kamis, 07 Februari 2013

99 % Persebaya IPL Bubar

-Persebaya IPL sedikit lagi bubar ,  Kesabaran pemain Persebaya IPL mendekati titik akhir. Terbukti, Mat Halil dkk mengancam hengkang jika tidak ada penjelasan langsung dari pengurus terkait kondisi karut-marut manajemen.

Halil, pemain paling senior Persebaya mengatakan, salah satu dari tiga pemegang keputusan di Persebaya, CEO Gede Widiade, Direktur PT Persebaya Indonesia Cholid Ghoromah dan Komisaris Saleh Ismail Mukadar diharapakan datang menemui pemain. "Kalau bisa semuanya, Mas. Mulai Pak Saleh, Pak Cholid dan Pak Gede juga. Biar kita, para pemain tahu apa yang terjadi di Persebaya saat ini," terang Halil.

Wajar jika Halil terlihat jengkel. Sebab, pemain Persebaya sudah mulai tidak tahan dengan kondisi. Sebab, sudah sebulan lebih tim Persebaya diliburkan hingga batas waktu belum jelas. Padahal kompetisi Indonesian Premier League (IPL) sudah akan digulir pekan depan.

"Selama ini kita juga tahunya dari media saja. Jadi alangkah baiknya bila pemain diajak ketemuan juga. Biar clear," sambung pemilik nomor punggung 2 di Persebaya ini.

 Sebagai pemain asli Persebaya, Halil sangat berharap masalah yang melanda Bledhuk Ijo segera selesai. "Bagaimanapun caranya, Persebaya harus tetap eksis. Sebagai pemain yang lama disini tentu saya tidak ingin jika tim ini bubar, " ujar Halil yang menjadi koordinator pemain berlatih sendiri di Lapangan Karangayam, Surabaya, Kamis (7/2).

Apa yang terjadi di Persebaya memang ironis. Sebab pemain seperti anak ayam kehilangan induk. Anehnya, saat terjadi demo bonek, justru Komisaris Persebaya Saleh Ismail Mukadar datang langsung menemui. Sedangkan, sampai saat ini pemain belum pernah diajak bicara, "Kami hanya minta kejelasan, " ucapnya.

Sebenarnya, lanjut Halil, banyak pemain sudah mendapat tawaran dari klub lain. Namun mereka tetap menjaga komitmen dan masih ingin membela Persebaya musim ini. "Banyak yang sudah dapat tawaran d beberapa klub, tapi masih bersabar menunggu kejelasan Persebaya, " jelasnya.

Sementara kapten tim Persebaya, Erol Iba mengatakan jika nasib pemain tetap tidak jelas. Dalam waktu dekat ini, bukan tak mungkin akan angkat koper dari Karanggayam. "Kalau tidak ada kejelasan kami, ya dengan terpaksa kami bubar jalan," tutur bek kiri yang sedang didekati klub IPL Persepar Palangkaraya ini.

Sebenarnya, loyalitas pemain Persebaya pantas diacungi jempol. Meski diliburkan, mereka masih berlatih secara mandiri. Pemain-pemain yang berada di Surabaya dan sekitarnya, menyempatkan diri ke Lapangan Karanggayam untuk menjaga kebugaran. "Latihan ini untuk menjaga kondisi, siapa tahu kita memperkuat tim lain jadi sudah siap. Bukan hanya menunggu Persebaya, " tandasnya. (fh)

Jumat, 01 Februari 2013

Mundur dari Persebaya IPL , Gede Berencana Kelola Tiga Tim

- Meski merasa kecewa dengan sikap konsorsium yang ingkar untuk melunasi dana talangan Persebaya dan akhirnya resmi mundur, ternyata tak membuat I Gede Widiade tak kapok untuk mengelola tim bola. Bahkan mantan CEO Persebaya itu berencana akan mengelola tiga tim, setelah sebelumnya berhasil mengakuisisi Mojokerto Putra.
Meski mengaku kecewa, Gede tetap akan mengelola tim sepakbola. “Saya tetap akan fokus menganani klub sepakbola. Dalam waktu dekat rencananya, saya akan mengelola dua hingga tim bola,” ujar Gede saat dikonfirmasi, Jumat (1/2).
Gede menjelaskan, saat ini dirinya masih dalam tahap mencari klub baru yang membutuhkan pendanaan. Namun, klub-klub tersebut juga harus memiliki fasilitas penunjang yang mencukupi dahulu.
Hobi gede di dunia sepakbola memang tidak terbatas. “Setelah saya berhasil memegang Mojokerto Putra, saat ini saya sedang fokus mencari klub. Namun kriteria penunjang harus dipenuhi terlebih dahulu,” jelas Gede.
Saat ditanya apa saja kriteria yang harus dimaki klub sepakbola tersebut, Gede langsung menjelaskannya dengan detail. “Kriteria itu antara lain, fasilitas yang harus memadai, serta dukungan dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan kalangan suporter yang tinggi,” tandasnya.
Saat ini Gede berencana akan tetap menangani dua hingga tiga klub sepakbola lagi. Semua akan dijalaninya dengan tenang karena sepakbola adalah hiburan dan hobinya. "Kemungkinan besar, ada klub dari luar Pulau Jawa, ada juga yang dari Pulau Jawa,” ungkapnya.
Namun sayang enggan mengungkapkan nama-nama klub sepakbola yang akan ditanganinya tersebut. Gede hanya mengaku akan mengelola klub yang berada di kawah regulator PT Liga Indonesia (PT LI).
“Saya tidak bisa sebutkan terlebih dahulu saat ini. Kita tunggu saja nanti kabarnya bagaimana. Semoga perkembangannya menunjukkan yang semakin baik. Semoga berjalan lancar nantinya," pungkasnya.
Sekedar diketahui, Gede akhirnya melepas jabatannya sebagai CEO Persebaya pada 31 Januari lalu. Gede memutuskan mundur karena pihak konsorsium tak kunjung menetapi janji akan membayar dana talangan Persebaya sebesar Rp 9 miliar. (fj)

Senin, 28 Januari 2013

Persebaya IPL diambang Punah

 Persebaya IPL dalam kondisi hidup segan mati tak mau. Tidak banyak yang peduli dengan kondisi Persebaya IPL saat ini. Dari kalangan pemain hingga bonek - julukan suporter Persebaya-, semua memilih diam.

Hingga saat ini, semua pemain rata-rata memilih menunggu perkembangan. Hanya beberapa pemain senior yang berani angkat seperti Mat Halil dan kapten tim Erol Iba. "Kondisi seperti ini sudah biasa terjadi di Persebaya, saya yakin pasti akan ada solusi, " ujar Mat Halil, pemain paling senior di Persebaya.

Memang kondisi krisis di Persebaya memang hampir setiap musim terjadi. Belum lengkang di ingatan, Persebaya pernah tertimpa kasus rasionalisasi gaji pada musim 2008-2009 yang membuat tujuh pemain senior dilepas, termasuk Bejo Sugiantoro dkk. Saat itu konflik terjadi antara pengurus dengan pemain. Akhirnya merembet dengan mundurya Manajer Persebaya saat itu Indah Kurnia dan Pelatih Fredy Mulli.

Namun, tim Persebaya terus berjalan, meski mengalami pergantian pengurus maupun pelatih. Namun bedanya, saat itu ketika terjadi konflik, jajaran pengurus cepat membuat keputusan meski ada pro dan kontra. Sementara saat ini, semua hanya diam dan terkesan menunggu. Malah dibiarakan seperti mati suri karena tidak ada aktivitas kegiatan di Mes Persebaya.

Wajar jika pemain belum banyak bicara. Sebab, hak berupa gaji sudah terbayar hingga bulan Januari dari uang pribadi Gede. Kondisi ini membuat pemain tidak bisa melakukan tindakan ekstrem termasuk pindah klub. Bisa jadi pemain baru akan beraksi bulan depan seandainya gaji tidak cair. "Persebaya memang sedang krisis keuangan, " ucap Direktur PT Persebaya Indonesia, Cholid Ghoromah.

Dalam situasi seperti ini, Cholid justru hanya berharap PT LPIS segara mencairkan uang pribadi Gede yang diklaim mencapai Rp9 miliar, "Mudah-mudahan konsorsium segara memberikan kepastian dana talangan Pak Gede. Karena uang itu nanti juga untuk kelangsungan Persebaya ke depan " ujarnya seakan membela tindakan yang dilakukan Gede.

Sementara dari kalangan suporter juga memilih tidak bersikap apa pun terkait kondisi Persebaya saat ini. Bukan lantaran tidak cinta lagi kepada Persebaya. Namun sudah mulai jenuh dengan konflik yang terus melanda Bleduk Ijo. "Persebaya hanya dibuat mainan oleh pengurus. Ini hanya imbas dari kondisi sepak bola kita," ucap Adi Dwi Cahyono, Koordinator Bonek Garis Keras.

Hal senada juga diungkapkan Hamim Gimbal. Pria yang biasa menjadi dirijen ketika Persebaya bertanding itu, justru malas untuk mencampuri masalah di tim Bledhuk Ijo. "Sejak Persebaya tampil di IPL, kita sudah tidak pernah diajak bicara lagi, " ujarnya. (fh)

Minggu, 27 Januari 2013

Lagu Bonek Iringi Kremasi Miroslav Janu

Lagu bonek mania dan selamat jalan yang dikemandangkan bersama genderang mengiringi jenazah Miroslav Janu pelatih Persebaya saat dimasukkan ke dapur perapian 2 Krematorium Jala Pralaya Juanda Senin (28/1/2013).

Sebelum dimasukkan ke ruang oven sisi selatan itu, upacara penghormatan terhadap mantan pelatih Persela itu juga dilakukan.

Tangis dari para pelayat karena merasa kehilangan, juga sempat tampak di wajah para jemaat yang hadir.

Tampak juga dalam kremasi ini, petinggi Persebaya DU mulai dari staf pelatih dan pemain Persebaya DU, mantan Asisten Manager Persela Abriadi Muhara dan kerabat yang lainnya. Tak ketinggalan pula para bonek mania yang memakai kaos atau atribut kebanggan berwarna hijau itu.

Abriadi salah satu teman Janu mengaku kehilangan dengan kepergian Janu. Karena setiap tim yang tangani dalam taktik kepelatihannya, pasti menunjukkan tim hebat.

Arema yang dulu pernah di latihnya, pernah menjadi Runner Up di Liga ISL. Begitu pula dengan Persela yang diasuhnya, juga berada pada peringkat atau posisi yang cukup membanggakan. "Janu sosok pelatih yang hebat," sanjungnya disela-sela usai kremasi.

Disinggung soal tidak adanya perwakilan keluarga Janu dalam Kremasi, dia menyatakan, keluarga yang berada Cekosloavia sudah menyerahkan prosesnya kremasi kepada Persebaya. Tinggal nanti abunya akan dikirimkan kepada keluarga Janu.

Soal yang katanya hak-hak Janu di Persela belum diberikan, dia menyatakan semuanya sudah diseleseikan seperti yang sudah di sampaikan Andi Darussalam Tabussala beberapa hari lalu. "Semua hak sudah diberikan dan sudah tidak ada masalah lagi," terang pria yang akrap di sapa Abri itu. [isa/ted]

Selasa, 22 Januari 2013

Pertama di Indonesia ! Aparrel Amerika "Warrior" Sponsori Persebaya DU

- Tim Persebaya Surabaya yang berlaga di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia menjalin kontrak kerja sama sponsor dengan produsen perlengkapan olahraga Amerika Serikat merek "Warrior" pada musim 2013.

Sekretaris Perusahaan PT Mitra Muda Inti Berlian, perusahaan yang menaungi Persebaya Divisi Utama, Sefdin Syaifuddin kepada wartawan di Surabaya, Selasa, mengatakan kerja sama sponsorship dengan Warrior itu berdurasi dua tahun.

"Dalam waktu dekat kerja sama itu akan ditandatangani dan Persebaya merupakan satu-satunya tim di Indonesia yang dipercaya mengenakan kostum Warrior. Kostum ini juga dipakai tim Liverpool yang berkompetisi di Liga Inggris," katanya.

Sefdin mengungkapkan, rencananya ada tiga warna kostum yang disuplai Warrior untuk Persebaya, yakni hijau (kostum kandang), putih (tandang) dan hitam (netral).

"Selain 'jersey' (kostum tim), Persebaya juga akan memperoleh sejumlah perlengkapan pendukung, seperti celana training, tas, kaos kaki, dan perlengkapan lainnya," tambah Sefdin tanpa menyebut nilai kontrak dari kerja sama tersebut.

Ia menambahkan, kostum baru Persebaya rencananya diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat saat peluncuran tim pada 8 Februari 2013 di lapangan parkir Jatim Expo Surabaya.

Peluncuran tim akan dimeriahkan konser musik dengan menghadirkan beberapa grup band, antara lain Endank Soekamti, Shaggy Dog dan grup musik lokal, serta seniman ludruk legendaris asal Jatim, Kartolo.

Dikonfirmasi terpisah, Senior Manager Advertising and Promotion PT Mitra Adiperkasa selaku distributor Warrior di Indonesia, Ade Varah, membenarkan adanya kerja sama sponsorship Warrior sebagai kostrum resmi Persebaya.

Menurut ia, tim berjuluk "Bajul Ijo" itu dipilih karena merupakan salah satu klub yang memiliki potensi besar dan juga pendukung fanatik.

"Kendati saat ini Persebaya masih belum bangkit, kami yakin prospek Persebaya ke depan sangat bagus, karena mereka memiliki semua modalnya," katanya. (*)

Selasa, 30 Oktober 2012

Pahlawan Cup Diundur , Persebaya Agendakan Undang juara Liga Malaysia , Vietnam dan Laos

- Manajemen Persebaya Surabaya bertekad untuk tetap menyelenggarakan turnamen pramusim Pahlawan Cup, meski bisa dipastikan tanpa kehadiran kontestan Liga Super Indonesia (LSI).

Media officer Persebaya, Surahman, menyebut pihaknya tidak mau ajang Pahlawan Cup batal, hanya karena tidak ada tim LSI yang berpartisipasi.

“Yang penting, masyarakat sudah mencatat bahwa Persebaya punya tekad baik untuk menyatukan tim sepak bola, yang selama ini terpisah sekat kompetisi. Masalah mereka (tim LSI) tidak mau, kami tidak akan memaksa,” ujar Surahman menjawab , Selasa (23/10).

Meski demikian, Surahman mengakui penyelenggaraan Pahlawan Cup akan mundur dari jadwal semula.

“Sejauh ini untuk tim lokal, PSM sudah menyatakan kesanggupannya. Nah, kami sedang berpikir, untuk mengundang tim-tim dari luar negeri, khususnya Asia Tenggara. Misalnya juara Liga di Malaysia, Vietnam, atau bahkan Laos. Saya rasa itu ide bagus,” kata Surahman.

Surahman menepis dugaan bahwa Persebaya terkesan tidak siap, gagal menyelenggarakan Pahlawan Cup tepat waktu. Menurut dia, mundurnya turnamen pramusim ada manfaat positifnya.

“Semua harus ingat, kalau kick-off kompetisi mundur dari Januari ke Februari. Jadi, kalau turnamen pemanasan terlalu cepat, imbasnya tidak akan maksimal buat persiapan tim,” jawab pria yang tinggal di Benjeng, Gresik ini.

Terpisah, rencana uji coba Persebaya menghadapi tim peserta Kompetisi Internal PSSI Surabaya kelas Utama, Indonesia Muda (IM), juga tidak jelas kapan akan dilaksanakan.

Pelatih caretaker Persebaya, Ibnu Grahan mengatakan, uji coba berlangsung Rabu (31/10) hari ini. Tetapi ia tiba-tiba mengganti menjadi Kamis (1/11) besok.

Dalam uji coba ini, Ibnu mengaku ingin melihat seberapa bagus kerangka tim Persebaya yang sudah dibentuk sejak September lalu. Terlebih melihat lebih jauh penampilan wajah-wajah baru seperti Alain N'Kong dan Aris Alfiansyah.

“Kita lihat sampai mana perkembangan mereka, juga kekompakan tim ini. Sebelumnya kita hanya bisa lihat mereka secara individu. Kita juga akan lihat, sejauh apa kemajuan fisik mereka, setelah hasil kurang memuaskan di tes fisik lalu,” ungkap Ibnu.(aji)

Senin, 29 Oktober 2012

Persebaya dapat Penolakan dimana-mana , akhirnya uji coba dengan klub Amatir

Setelah Persib Bandung dan Persija menolak berpartisipasi dalam Pahlawan Cup, Persebaya kembali mendapat penolakan oleh klub Indonesia Super League (ISL).
Kali ini giliran Persegres yang ogah diajak uji tanding dengan tim yang bermarkas di Jalan Karangayam, Surabaya ini. Hal itu disampaikan langsung oleh Ibnu Grahan.
Pelatih Persebaya itu mengaku sudah menghubungi arsitek Persegres, Suharno. Tujuannya mengajak tim asal Kota Pudak itu beruji coba. "Tapi mereka sepertinya sulit mengiyakan. Alasan Suharno, karena sedang fokus memperbaiki fisik pemainya,” ujar Ibnu.
Padahal seperti yang kita tahu, Persegres sudah dua kali menjalani uji tanding. Pertama dengan Timnas versi KPSI, dan terakhir, lawan Arema-Pelita, Minggu (28/10/2012). "Tak apa. Itu hak mereka," timpal Ibnu.
Menurut mantan gelandang Persebaya ini, Persebaya rencananya beruji coba dengan klub amatir Pengcab PSSI Surabaya, Rabu (31/10/2012) mendatang. Tim yang akan jadi lawan adalah Indonesia Muda (IM).
"Ujicoba tetap harus jadi, meski lawan mungkin di atas kertas masih di bawah kami," lanjut Ibnu.
(gsk)

Seleksi Persebaya DU Ramai Penonton

Datangnya Miroslav Janu sebagai pelatih anyar Persebaya Divisi Utama, membuat pamor tim yang bermarkas di Jl Dukuh Menanggal itu terangkat. Sesi seleksi yang diadakan Persebaya DU di Lapangan Nanggala, sore ini (29/10/2012) ramai penonton.

Masyarakat di sekitar Dukuh Menanggal sepertinya penasaran dengan kekuatan baru Persebaya DU. Apalagi, Janu menjanjikan membawa pemain-pemain top ISL ke gerbong pasukannya.

Dalam latihan sore ini, terlihat mantan bek Persela, Suroso serta pemain asing Danilo Fernando.

Sabtu, 27 Oktober 2012

Biasakan latihan di lapangan jelek ,Persebaya pilih Latihan di ....Lapangan ITS

Persebaya Surabaya harus belajar lebih banyak lagi untuk menjadi klub profesional seutuhnya. Klub kebanggaan arek-arek Suroboyo ini ternyata masih harus terusir dari rumahnya sendiri setiap akan berlatih.

Bagaimana tidak, sebagai klub nasional yang sarat historis Persebaya  sampai harus menyewa lapangan, hanya untuk berlatih. Ironis, tetapi hal itu memang terjadi.

Pelatih caretaker Persebaya saat ini, Ibnu Grahan, terpaksa memboyong tim asuhannya berlatih ke lapangan sepak bola milik kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Alasannya, lapangan berlatih Persebaya di Jl Karanggayam, kondisinya tidak memungkinkan untuk dipakai.

“Permukaan tanah terlalu keras. Kalau kami memaksakan diri latihan disini, malah beresiko tinggi. Jadi, kami sebisa mungkin untuk tidak berlatih di lapangan ini,” ujar Ibnu soal migrasi Persebaya ke ITS, Sabtu (27/10).

Ibnu mengaku tak tahu sampai kapan Persebaya akan menjadi avonturir alias petualang dengan memakai lapangan Stadion ITS. Tetapi ia mengaku siap menjadikan ITS sebagai ‘kandang’ Persebaya yang baru, dengan tiga alasan.

Yaitu jarak yang tidak terlalu jauh dari mess Persebaya, kualitas lapangan yang tidak kalah dengan Stadion Gelora 10 November, dan yang paling penting, biaya sewa yang relatif ringan.
“Kita hanya bayar Rp 200.000 untuk sewa lapangan ITS. Bandingkan dengan di Gelora 10 November, yang sewanya Rp 500.000. Kalau seminggu kita sewa tiga kali, berapa besar uang yang bisa kita hemat?,” ungkap Ibnu.

Soal penghematan mau tak mau memang harus dilakukan buat tim sekaliber Persebaya. Asal tahu, Persebaya dikabarkan masih nunggak utang, hanya untuk soal menyewa lapangan berlatih.

Sumber menyebut, Persebaya punya tunggakan sewa ke pengelola Stadion Gelora 10 November, yang besarnya mencapai Rp 10 Juta. Ibnu mengaku eman (sayang) melihat kondisi Lapangan Persebaya saat ini.

Meski disebut tak layak pakai, Lapangan Persebaya, masih digunakan Pengurus PSSI Surabaya untuk memutar tiga kelas kompetisi internal (Kelas Utama, I, dan II), yang notabene merupakan kawah candradimuka para pemain muda.

Menariknya, Totok Risantono, yang dikenal sebagai pelatih spesialis pengembangan pemain muda, malah menyarankan agar Persebaya tetap berlatih di lapangan tersebut.

“Kita realistis. Main sepakbola di Indonesia ini harus kenal cuaca, musuh, dan terakhir, medan bertempur. Nah, kalau terbiasa berlatih di lapangan bagus, ya bisa remuk waktu main di kandang lawan yang lapangannya jelek,” kilah pelatih yang baru sukses membawa Surabaya Muda promosi ke Divisi I Nasional ini.

Kamis, 25 Oktober 2012

Persebaya DU berlatih, Persebaya IPL terusir dan Angkat kaki dari Tambaksari

Kehadiran Persebaya Divisi Utama (DU) mulai mengusik ketenangan Persebaya IPL. Terbukti, baru dua hari menggelar latihan Persebaya DU berhasil "mengusir" sementara Persebaya IPL dari Lapangan Gelora Gelora 10 Nopember, Tambaksari, Surabaya.

Dalam latihan Kamis pagi (25/10), Persebaya IPL harus mengungsi ke Lapangan Universitas Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sebab, lapangan Gelora 10 Nopember yang biasanya digunakan sebagai tempat latihan Andik Vermansyah dkk. ternyata sudah dikuasai Persebaya DU yang dipimpin pelatih asal Republik Ceko, Miroslav Janu.

Celakanya lagi, Persebaya IPL juga tidak bisa menggunakan Lapangan Karanggayam. Lapangan yang berada tepat di belakang Mess Persebaya dan Gelora 10 November itu kondisinya tidak layak pakai. "Lapangan di Gelora 10 Nopember kan dipakai seleksi Persebaya DU. Sedangkan Lapangan Persebaya keras sekali. " ujar Pelatih Persebaya Ibnu Grahan tutur pelatih Ibnu Grahan.

Kenapa Persebaya IPL yang mengalah? Meski tidak memberikan jawaban, namun hampir bisa dipastikan karena Persebaya Divisi Utama membayar biaya sewa sesuai standar harga yang ditentukan Dinas Pemuda dan Olahraga Surabaya sebagai pengelola Stadion Gelora 10 November.

Sedangkan Persebaya IPL, kabar yang berembus selama ini memakai Stadion Gelora 10 Nopember dengan menggunakan jaminan nama Ibnu Grahan yang juga berstatus sebagai pengawai Dispora Surabaya. Sedangkan manajemen Persebaya IPL tidak mengeluarkan biaya untuk keperluan sewa lapangan.

Sayangnya, Kepala Dispora Surabaya Sigit Sugiharsono belum bisa dikonfirmasi terkait kebenaran kabar tersebut karena masih menjalankan ibadah haji. Namun sebelumnya, Sigit sempat mengatakan tidak akan membeda-bedakan Persebaya IPL dan DU. "Kita sebagai pengelola stadion, mengakomodasi semua yang memakai stadion, asalkan sesuai dengan prosedur, " ucapnya.

Sementara itu, dalam latihan di Lapangan ITS, Kamis pagi (25/10), menu latihan masih berorientasi meningkatkan endurance pemain setelah hasil tes fisik pemain di Laboratorium Unesa tidak memuaskan. "Kita masih game endurance. Belum ada peningkatan ke kecepatan," sambung mantan gelandang Persebaya itu.

Yang berbeda, beberapa pemain Persebaya yang sempat absen karena membela Tim Nasional (Timnas) sudah terlihat kembali bergabung. Seperti Taufiq, Andik Vermansyah, Bima Ragil dan Danny Saputra. Hanya kiper Endra Pras yang belum tampak. "Endra belum bisa ikut latihan masih ada keperluan, sudah izin sama saya,'' jelas Ibnu.

Rencananya, Persebaya akan meliburkan latihan pemain, Jumat (26/10) hari ini. Latihan akan digelar kembali, Sabtu (27/10) besok. Jika tidak ada kendala, Persebaya akan kembali menggunakan Lapangan Karangayam setelah dilakukan pembasahan rumput untuk mengurangi risiko lapangan keras.

(aww)

Selasa, 23 Oktober 2012

Hari Pertama melatih , Persebaya DU cuma Punya 2 Bola , Miroslav Janu Emosi

- Persebaya DU terkesan tidak siap menyelenggarakan latihan perdana pramusim yang berlangsung pagi ini (24/10/2012). Sejumlah perlengkapan berlatih tidak ada, dan itu membuat pelatih anyar Persebaya DU, Miroslav Janu, marah-marah. Salah satu yang dikeluhkan Janu, adalah soal bola. Ia mengeluh, karena Persebaya DU hanya menyediakan dua buah bola untuk ajang seleksi pemain yang menurutnya sangat penting. Bahkan, Janu sempat mengomel ke manajemen, karena merasa dijanjikan mendapat fasilitas berlatih lengkap, dalam rapat sehari sebelumnya. "Masak seleksi hanya ada dua bola. Kalian bohong, katanya waktu rapat bola siap dan ada," omel mantan pelatih Arema dan Persela ini.(fh)

Senin, 22 Oktober 2012

Eks Pelatih Persebaya , Divaldo ALves Latih Negeri Sembilan Malaysia

Pelatih Persebaya Surabaya musim lalu, Divaldo Alves, akan menangani klub Malaysia, Negeri Sembilan (N9) FA untuk musim depan.

Kabar itu diungkapkan sendiri oleh Divaldo melalui sambungan telepon kepada sopir Persebaya, Maliki, yang di-loud speaker di Mess Persebaya pagi tadi, Selasa (23/10). Maliki sendiri adalah sopir pribadi Divaldo selama di Surabaya. Keduanya memang sudah akrab seperti sahabat.

"Kemarin saya sudah sign contract, sekarang mau kembali ke Portugal untuk persiapan segala sesuatunya," terang Divaldo dari Malaysia.

Racikan pelatih asal Portugal itu memang membuat N9 kepincut. Pasalnya, saat bertemu Divaldo yang menukangi Bajul Ijo, The Deer tak pernah menang. Seri 2-2 di Malaysia dan dihajar telak 4-1 di Gelora Bung Tomo Surabaya.

Belum ada pernyataan resmi dari N9 mengenai pengangkatan Divaldo. Namun, kemarin mereka melakukan acara perpisahan dengan M. Azraai Khoir. Pelatih N9 itu tidak bersedia memperpanjang kontrak dua tahunnya di klub yang musim lalu finish di peringkat enam Malaysian Super League tersebut.  (fjr/mac)

Gaji gak Dibayar , Karyawan Persebaya Gadai BB

Komitmen PT Pengelola terhadap Persebaya kembali perlu dipertanyakan. Sebab, setelah kompetisi selesai, mereka kembali ke Jakarta dan tidak pernah lagi menampakkan batang hidungnya di Surabaya. Padahal saat ini pemain dan karyawan tengah menunggu kejelasan gajinya selama tiga bulan.

Berulang kali keluhan disampaikan salah satu driver Persebaya, M Maliki kepada awak media. Pria yang sehari-hari biasa mengantarkan pemain asing pulang pergi dari mess ke apartemen ini, mengaku sudah tiga bulan belum menerima haknya dari PT Pengelola.

Maliki mengaku sudah utang kanan kiri untuk menghidupi keluarganya. Ia juga sudah berulang kali mengadukan masalahnya ke Dityo Pramono sebagai bos PT Pengelola Persebaya. Namun selalu mentah dan tak memperoleh jawaban yang memuaskan.

"Sampai-sampai saya mengurus surat tilang pun tidak bisa," ucapnya seraya menunjukkan surat bukti pelanggaran (tilang).

Maliki tak sendiri, salah satu Liaison Officer (LO) Persebaya, M Alip juga mengalami hal serupa. Alip memang bukan karyawan resmi di Persebaya. Ia tercatat hanya membantu pekerjaan orang tuanya, yakni Arifin. Namun selama semusim ini, Alip lah yang lebih berkontribusi.

Ia menghandle seluruh pekerjaan, mulai dari menjemput tim tamu, mengurusi akomodasi tim tamu, hingga membuka stadion untuk latihan Persebaya.

Meski gaji dari LO nantinya akan dibagi fifty-fifty dengan bapaknya, namun karena tiga bulan belum gajian, Blackberry yang menjadi salah satu barang berharganya pun terpaksa digadaikan untuk menambal kebutuhan. "Sementara BB-nya disekolahkan dulu," canda Alip.

Telisik punya telisik, ternyata bukan karyawan di level driver dan LO saja yang belum menerima gaji selama tiga bulan. Dua karyawan yang memiliki posisi cukup mentereng, yakni Media Relation Ram Surahman dan Marketing Manager Dito Arief kabarnya juga mengalami hal yang sama.

Bukan hanya karyawan, beberapa pemain, pelatih dan offisial yang masih terikat kontrak juga belum menerima haknya selama tiga bulan. Gede Widiade sendiri sudah enggan untuk memberikan talangan gaji karena uang yang sudah ia pinjamkan, sebesar Rp 3.6 miliar, belum dilunasi oleh PT Pengelola Persebaya.

Meski begitu, Gede masih memberikan dana untuk pembentukan tim, termasuk untuk uang saku pemain, pelatih dan perangkat pertandingan lainnya, plus biaya operasional, mulai dari katering, sewa lapangan, hingga tes fisik.

Sementara itu Dityo sendiri tak jelas rimbanya. Semenjak ditunjuk sebagai bos di Persebaya menggantikan Llano Mahardika, Dityo memang lebih sering di Jakarta dari pada Surabaya. Bukan hanya itu, Dityo juga susah sekali untuk dihubungi. [sya/but]

Inilah Lima Tuntutan Demonstrasi Bonekmania

Pendukung Persebaya Surabaya, Bonekmania hari ini (Senin 22/10/12) melakukan demonstrasi. Namun demo yang dilakukan sekitar puluhan Bonek ini berlangsung tertib, sehingga tidak menimbulkan kericuhan.
Bonekmania datang lengkap dengan atribut dan genderangnya. Mereka memulai aksinya di depan Gedung Grahadi Jalan Gubernur Suryo Surabaya pada pukul 10:30 WIB.
Setelah sekitar setengah jam berorasi di sana, mereka melanjutkan aksi ini ke Mess Persebaya Karang Gayam.
Di mes Persebaya mereka tidak hanya berorasi, para pendukung Persebaya itu juga membentangkan poster bergambar jabat tangan sebagai bentuk persatuan antara PT Persebaya Indonesia dan PT Pengelola Persebaya.
Dalam demo ini, ada lima hal yang menjadi tuntutan Bonekmania, yaitu:
  1. Hentikan konflik antara PT Persebaya Indonesia dan PT Pengelola Persebaya demi kejayaan klub Persebaya.
  2. Tolak Ibnu Grahan sebagai pelatih Persebaya karena catatan minim prestasi.
  3. Tolak pembelian pemain baru Persebaya yang tidak kompetitif, tua dan track recordnya buruk.
  4. Dukung pembelian pemain baru Persebaya yang masih muda dan kompetitif.
  5. Tolak politisasi dan mafia klub di Persebaya
Usai menyatakan tuntutannya di mess Persebaya, Bonekmania pun dipersilahkan masuk ke dalam ruang rapat.
Sebanyak 12 perwakilan Bonekmania ditemui Ram Surrahman selaku media officer Persebaya. Dan sekitar pukul 13:30, Bonekmania keluar serta membubarkan diri secara tertib.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Kisruh Persebaya ! Gede diangkat sebagai CEO , Pengurus Lama Isyaratkan Eksodus

Bukan kabar baru, bila Gede Widiade hampir pasti menjabat sebagai CEO Persebaya musim depan. Namun kabar ini ternyata mendapat reaksi berbeda dari mereka yang mengais rejeki di Tim Bajul Ijo. Ada yang senang, tetapi ada yang pula cemas.

Ya, kabar bahwa Gede akan memimpin Persebaya, membuat sebagian pengurus lawas di jajaran manajerial Persebaya adem panas. Mereka khawatir, masuknya rezim Gede akan membawa gerbong orang-orang baru.

 Ujung-ujungnya, para pengurus lama yang notabene dibawa PT Pengelola Persebaya Indonesia (PPI), bakal kehilangan pekerjaan di tim kebanggaan arek-arek Suroboyo ini.

Maklum, Gede selama ini dikenal dengan sikapnya yang tidak suka dengan kinerja PT PPI. Keluhan Gede terhadap kinerja mereka bahkan kerap disampaikan terbuka kepada para wartawan.

Nah, sikap Gede ini kabarnya menjadi pemicu tak mesranya hubungan Gede dengan orang-orang lawas PPI.

Kasak-kusuk di kalangan manajemen lawas ini dibenarkan salah satu karyawan PT PPI, Dito Arief. Namun pria yang sebelumnya menjabat sebagai Manajer Marketing Persebaya ini mengatakan, hampir semua pengurus lawas siap mundur bila Gede terpilih kembali sebagai CEO.

“Kalau Pak Gede CEO, kemungkinan PT PPI akan diambil alih. Ya, kemungkinan besar  nama-nama di PPI musim lalu sudah tidak ada lagi musim depan. Bukan karena dicopot, tetapi kami yang mengundurkan diri,” ujar Dito, melalui pesan singkat, Sabtu (20/10) malam.

Dito tidak menjelaskan apa alasan aksi mundur ramai-ramai ini. Ia tidak membenarkan, ketika ditanya apakah mundur karena tidak punya kecocokan dengan gede Widiade. “Itu yang bilang Anda, bukan saya” elak Dito.

Menurut Dito, musim lalu ada 14 orang yang bekerja sebagai karyawan PT PPI. Dito mengatakan, hampir semuanya kemungkinan akan mundur beramai-ramai.

“Sampai sekarang belum ada kontak soal nasib kami. Saya punya kontrak kerja sampai Desember 2012. Sementara teman-teman, malah ada yang sudah selesai,” ujar Dito.

Gede belum mengumumkan apakah ia sudah resmi diangkat sebagai CEO Persebaya. Bos properti papan atas Jakarta itu sedang menunaikan ibadah haji. Sebelum berangkat, Gede meminta agar semua permasalahan Persebaya dibahas sepulangnya dari Mekkah.

Namun Direktur PT Persebaya Indonesia, Cholid Goromah, mengklaim bahwa Gede sudah resmi diangkat konsorsium sebagai CEO Persebaya musim depan. Menurut Cholid, surat keputusan (SK) penunjukkan Gede, dikirim oleh konsorsium lewat email.

“Pak Gede itu sudah sah untuk mengontrak pemain, atau melakukan hal administratif  lainnya. Dia sudah resmi jadi CEO. SK sudah dapat, tetapi memang belum sempat ia umumkan saja,” klaim Cholid.(Aji Bramastra)