Pages

Tampilkan postingan dengan label PERSIPURA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PERSIPURA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Februari 2013

Telkomsel dan Pt Bosowa tak lagi Sponsori Persipura ,Tapi Bank Papua Guyur Rp 4 M

Pada musim lalu, klub asal Kota Jayapura, Persipura Jayapura memiliki empat sponsor, namun untuk mengarungi musim kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2012-2013, pasukan Jacksen Tiago ini hanya memiliki dua sponsor yaitu PT. Freeport Indonesia dan Bank Papua.
Dua sponsor lainnya yaitu PT. Bosowa dan PT. Telkomsel mengundurkan diri dan tidak lagi menjadi sponsor untuk tim kebangaan masyarakat Kota Jayapura. Hal ini diungkapkan Ketua Umum Persipura Jayapura, Drs. Benhur Tommy Mano, MM kepada wartawan usai melakukan penandatangan MoU antara Bank Papua dengan Persipura Jayapura, Selasa (12/2) di Kantor Pusat bank Papua sore kemarin.
“Kami musim ini hanya dua sponsor saja, dan kami masih berharap ada sponsor-sponsor lain yang bisa membantu Persipura untuk mengarungi kompetisi ISL di tahun ini,” kata Tommy Mano.
Dijelaskan, untuk PT. Telkomsel sendiri, pihak manajemen Persipura telah mengirimkan surat permohonan untuk menjadikan PT. Telkomsel menjadi salah satu sponsor di klub Persipura Jayapura, namun hingga kini manajemen Persipura belum mendapatkan kepastian dari pihak PT. Telkomsel.
“Kami sudah menyurat, namun belum ada kepastian dari pihak Telkomsel. Untuk itu, tahun ini PT. Telkomsel sudah tidak bersama kami lagi,” tukasnya.
Disinggung logo PT. Telkomsel yang masih terpampang di jersey Persipura saat ini, Tommy Mano menegaskan untuk logo tersebut akan dicabut. “Dalam waktu dekat kai akan mencabut logo PT. Telkomsel tersebut, dan kami mengucapkan terimakasih kepada pihak PT. Telkomsel yang sudah banyak membantu Persipura tahun lalu,” tutupnya.

Sementara itu  PT Bank Pembangunan Daerah atau lebih dikenalnya bank papua akhirnya memperpanjang kontrak sponsor terhadap klub asal Kota Jayapura, Persipura Jayapura dengan melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung halaman Bank Papua, Selasa (12/2) sore kemarin.
Dalam MoU tersebut, Bank Papua memberikan bantuan berwujut sponsor selama satu musim kompetisi dengan total dukungan sebesar 4 Miliar.
Inisiatif ini merupakan wujud komitmen Bank Papua dalam turut memajukan prestasi olehraga di Provinsi Papua khususnya cabang olahraga sepakbola yang merupakan salah satu cabang olahraga yang paling populer bagi masyarakat Papua dimana banyak bakat pemain sepakbola terbaik di Indonesia berasal dari Provinsi Papua.(jh)

Pelatih Persija : Kata Peter White, di Indonesia Cuma Boaz Salossa Pemain yang Punya daya Juang

Nama mantan pelatih tim nasional (timnas) Indonesia Peter Withe, memberikan banyak kenangan bagi Iwan Setiawan. Juru ramu Persija Jakarta ini menilai, jika dirinya banyak mendapat pelajaran berharga dari pelatih asal Inggris tersebut.

Withe adalah pelatih timnas Garuda pada periode 2004 sampai 2007. Tidak ada memang satu pun gelar juara yang diberikan bagi Indonesia selama dibesutnya. Adapun satu-satunya prestasi tertinggi yang torehkan pelatih kelahiran Liverpool itu adalah, membawa timnas Indonesia meraih medali perak pada SEA Games 2004.

"Dia pelatih hebat, walau memang dipandang kurang berhasil saat menukangi timnas Indonesia. Tapi dia banyak memberikan hal-hal baru bagi sepak bola Indonesia" ungkap Iwan.

Ada satu hal yang paling diingat Iwan terkait Withe. Menurut penuturannya, pelatih yang mampu mengantar Thailand meraih medali emas pada SEA Games 2000 dan 2002 sempat menilai jika banyak pemain Indonesia tidak memiliki daya juang yang tinggi saat beradu kemampuan dengan para pemain lawan.

"Saya sempat kaget ketika Withe mengatakan pemain kita kurang garang di lapangan. Dia bilang jarang sekali ada pemain kita yang berani melakukan penetrasi jika memiliki peluang. Hanya sedikit pemain yang seperti itu. Dan jika ada dia menyebutkan hanya Boaz (Salossa) penyerang Persipura Jayapura," jelas Iwan.

Sabtu, 09 Februari 2013

Persiwa WO , Persipura dipastikan Menangi Derby Papua

PERSIWA Wamena tak mau rapat Pilkada Papua terusik. Mereka pun pilih tak berjibaku kontra Persipura Jayapura.

Persiwa kirim surat kepada PT Liga Indonesia (LI) terkait keengganan mereka bertarung melawana Persipura Jayapura dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2012/2013, Minggu (10/2) di Stadion Mandala, Jayapura. Keputusan mundur dari laga itu langsung diutarakan Agus Santoso, tim manajer Persiwa.

"Kami sudah menyurati PT LI selaku pengelola ISL 2012/2013. Kami memberi tahu kalau kami memilih tak bertanding melawan Persipura karena ada rapat pleno Pilkada Papua pada 13-14 Februari," kata Agus  Sabtu (9/2).

Agus menjelaskan permohonan melalui surat itu disampaikan ke PT LI sejak Jumat (8/2). Surat itu berisikan berbagai alasan terkait keputusan Persiwa tak jalankan pertandingan melawan Persipura.

"Kami tak bermain melawan Persipura bukan karena tak siap, tapi lebih mendauhulukan kepentingan lebih besar, yakni rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua yang momennya berdekatan dengan pertandingan itu," jelas Agus.

"Jika dianggap kalah WO dan dapat sanksi dari PT LI, Persiwa siap. Terpenting, tujuan dan alasan yang kami sampaikan sangat mendasar. Kami ingin rapat pleno KPU Papua berjalan aman dan lancar," tegas Agus.

"Jika partai Persiwa-Persipura dipaksakan bergulir, kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atau partai itu disusupi pihak tertentu sehingga keadaan di Jayapura jadi tak nyaman," tukas Agus lagi.

Saat dikonfirmasi, soal itu dibenarkan Sekretaris PT LI Tigorshalom Boboy. Ia menyatakan Persiwa memang sudah melayangkan surat keberatan tampil melawan tim Mutiara Hitam.

"Kami sudah menerima surat keberatan yang disampaikan Persiwa. PT LI segera menanggapinya setelah rapat. Ini bukan peristiwa biasa. Yang pasti, status laga tetap sesuai jadwal ISL 2012/2013," sebut Tigorshalom.

Sebelumnya, Kapolresta Jayapura AKBP Alfred Papare mengatakan pihaknya siap mengamankan proses pertandingan Persiwa kontra Persipura jika memang tetap ingin digulirkan sesuai jadwal.

Selasa, 05 Februari 2013

Spencer Infandi : Stevie Bonsapia Tau diri Donk !! Kamu Besar karena Persipura !

Sebagai akibat tidak mematuhi keputusan manajemen klub atau tim Persipura Jayapura, Stevie Bonsapia bersedia dan menyetujui kontrak kerja antara dirinya  dengan manajemen tim Persipura bernomor : 078.A/Persipura/VIII/2012 yang ditandatangani di Jayapura pada tanggal 13 Agustus 2012 lalu.
Dimana disebutkan dengan diputuskannya kontrak kerja tersebut, sebagai pemain sepakbola profesional dirinya bersedia mengembalikan sebagian uang yang telah diterima saat penandatanganan kontrak kerja dengan manajemen klub/tim Persipura yaitu 50 % dari Rp 168.000.000 yaitu sebesar Rp 84.000.000 seperti yang tertuang dalam pasal 10 ayat (2c), ditambah pinjaman uang tunai sebesar Rp 35.000.000 dan hutang tiket sebesar Rp 10.128.000. Dengan demikian total seluruhnya utang Stevi yang harus dibayar kepada Persipura sebesar Rp 129.128.000.
Dalam hal ini Stevi Bonsapia tidak susah untuk mengembalikan utang ke Persipura, karena pengembalian dana tersebut menjadi tanggung jawab manajemen Timnas PSSI Pra Piala Asia atau Pengurus PSSI pimpinan Djohar Arifin dan akan dibayarkan selambat-lambatnya 7 hari kerja terhitung sejak tanggal surat pernyataan.
Dalam surat pernyataan yang dibuat itu, secara otomatis pula, manajemen Persipura telah mengembalikan Paspor milik Stevie Bonsapia dengan nomor: T 836070 yang tanggal habis waktunya 21 Oktober 2014.
Secara terpisah, mantan manajer Persipura, Spencer Infandi menanggapi hengkangnya Stevi Bonsapia ke Timnas, adalah hak pribadi Stevi. “Itu hak pemain. Kalau dia punya hati sudah tidak lagi di Persipura, itu hak dia,”ungkap Infandi, Senin, (4/2) di Kantor KONI Papua, APO Jayapura.
Hanya saja Spencer Infandi mengingatkan kepada Stevi dan semua pemain Persipura, bahwa mereka terkenal dan menjadi besar karena Persipura. “Bagaimana orang tau Stevi, kan dari Persipura,”ungkap Spencer Infandi.
Bahkan dia mengatakan bahwa saat menjadi manajer pada era 90-an,  pernah mengingatkan mantan anak-anak Persipura seperti Rony Wabia, Chrisleo Yarangga, Eduard Ivakdalam dan lain-lainnya, kalau karena Persipuralah mereka dibesarkan. “Jadi Stevie besar karena jasa Persipura. Jangan jadi besar, lupa yang besarkan kita,”diplomasi Spencer Infandi.(fg)

Minggu, 03 Februari 2013

Sering Jadi CAMAT (cadangan Mati ) di Persipura , Alasan Stevie Akhirnya Gabung Timnas Djohar

Ketua Harian Persipura, La Sya mengatakan, alasan Stevi Bonsapia meninggalkan Persipura karena dia tak pernah dimainkan selama dua laga away pada kompetisi ISL musim ini.
“Alasan dia ke saya begitu. Dia mau keluar dari Persipura karena selama laga tandang, dia selalu jadi camat (cadangan mati ) (cadangan abadi, red). Saya lalu katakan, sebanarnya gampang kalau kamu mau dimainkan, harus banyak berlatih untuk bersaing dengan pemain lain,” kata La Sya, Minggu (3/2).
Menurutnya, selama ini manajemen Persipura tak pernah mau ikut campur urusan teknik tim. Siapapun pemain yang ditunjuk pelatih untuk bermain, iti hak mutlak pelatih. Selain itu kami manajemen Persipura juga bersikap profesional.
“Selama Stevi sakit tak ada pemotongan gaji. Selama dia berobat ke Jakarta, manajemen juga membiayainya. Namun jika dia menganggap itu yang terbaik bagi dirinya, silahkan,” ucapnya.
Terkait tunggakan Stevi, dimana yang bersangkutan harus mengembalikan 50 persen dari uang muka yang telah diterima dari manajemen Persipura dikatakan La Sya, Stevi menyanggupi itu. Asisten manajer timnas, Nico Dimo menghubungi La Sya dan menyanggupi membayar tunggakan Stevi.
“Nico Dimo sms saya dan mengatakan tunggakan Stevi di Persipura akan menjadi tanggungan timnas. Timnas menyanggupi mengembalikan Rp. 125 juta atau 50 persen dari kontrak yang sudah diterima Stevi. Tapi mereka minta waktu hingga Timnas kembali dari Yordania,” katanya.
“Tapi utang Stevi berupa 50 persen uang muka yang diterima saat tandatangan kontrak dan utang-utang lainnya sebenarnya total Rp. 129 juta, bukan Rp. 125 juta,” lanjut dia.
Walau demikian dikatakan, hengkangnya Stevi dari Persipura tak akan menggoyahkan tim ‘Mutiara Hitam’. Manajemen juga tak berpikir untuk mencari pengganti Stevi karena stok pemain yang tersedia bisa dimanfaatkan.
“Kepergian Stevi tidak akan membuat Persipura runtuh. Kami juga tidak akan mencari penggantinya. Stevi kan tahu Persipura melarang pemainnya gabung Timnas pimpinan Djohar Arifin,” tutup La Sya.
Namun alasan kepergian Stevi yang disampaikan La Sya sama sekali tak seperti rumor yang beredar. Kabarnya, Stevi memilih meninggalkan Persipura dan memperkuat timnas, karena dia menjadi barter atau kompensasi untuk jabatan orang tuanya di Kabupaten Sarmi.(hrf)

Jacksen tiago Puas , Asisten Pelatih persela Sesalkan Gol Kilat Boaz

Assiten pelatih Persela Lamongan, Didik Ludianto mengakui jika gol cepat Persipura dibabak pertama membuat mental anak asuhnya down. Gol yang tercipta lewat penalti Boaz Solossa saat laga baru berjalan satu menit, membuka kemenangan 2-0 Persipura atas Persela di Stadion Mandala, Minggu (3/2).“Sejak gol cepat Persipura diawal laga, mental pemain kami down. Meski kami mulai bangkit dibabak kedua tapi hasilnya tak berubah. Persipura justru menambah gol diakhir pertandingan,” kata Didik Ludianto usai laga.
Menurutnya, paska gol Boaz tersebut, kerjasama sama antara Gostavo Lopez dan Catur Pamungkas di lini tengah Persela tak lagi terlihat. Padahal kedua pemain ini merupakan roh permainan Persela di lini tengah dalam setiap pertadingan.
“Sehingga Catur Pamungkas terpaksa kami tarik keluar dan digantikan Fajar Handika. Harusnya pemain kami menyadari jika main di Papua butuh kerja keras,” ucapnya.
Ia mengatakan, kekalahan tersebut akan menjadi bahan evaluasi tim pelatih Persela untuk melakoni dua laga tandang melawan tim Papua lainnya yakni Persidafon dan Persiram mendatang.
“Kami sudah main maksimal, tapi inilah hasil yang kami dapat. Kami akan evaluasi dan kami akan maksimalkan leg kedua mendatang,” singkat Didik.
Sementara pelatih Persipura, Jacksen Tiago mensyukuri kemenangan yang didapat Boaz Solossa dan kawan-kawan. Namun Jacksen menilai, gol cepat timnya justru membuat pemain Persipura memberikan ruang kepada lawan
“Lawan akhirnya bisa mengembangkan permainan. Babak kedua kami membenahi, namun lawan juga mulai bermain baik. Itu terbukti dengan terciptanya sejumlah peluang dari mereka. Tapi kami selalu mengevaluasi tim kami setiap pertandingan. Setia pertandingan melawan tim yang berbeda pasti kita dapat hal yang berbeda,” tandas Jacksen.
Ia juga menampik jika Boaz Solossa menjadi target serangan Persipura dalam pertandingan ini. Bagi Jacksen, tidak hanya Boaz yang dapat peluang mencetak gol, namun pemain lain juga menciptakan peluang. Hanya saja mereka tidak bisa membuat peluang itu menjadi gol.
“Tidak hanya Boaz yang jadi target, buktinya Zah Rahan, Patrick, Gerald Pangkali dan beberapa pemain lain punya peluang tapi tidak bisa cetak gol. Hanya saja Boaz lebih bisa memanfaatkan peluang yang ada. Selain itu pemain terlalu nafsu mencetak gol sehingga kerjasama tidak  berjalan baik. Passing, crossing serta serangan sayap tidak ada,” tutup Jacksen.(aar)

Persipura vs Persela = 2-0 , Boaz Borong Gol

Persipura sukses menekuk Persela Lamongan 2-0 di laga lanjutan ISL, Minggu, 3 Februari 2013. Dua gol Mutiara Hitam diborong pemain bintangnya, Boaz Solosa

Sinyal kemenangan Persipura telah terlihat sejak menit pertama dalam laga di Stadion Mandala, Jayapura. Tim asuhan Jacksen F Thiago itu mendapat penalti satu menit selepas kick-off. Tendangan 12 pas diberikan kepada Persipura setelah pemain Persela melakukan hands-ball di kotak terlarang.

Boaz yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Gol cepat dari Boaz membuat Persipura kian gencar melancarkan serangan. Namun hingga turun minum, tidak ada gol tambahan tercipta.

Memasuki babak kedua, Persela mulai mengembangkan permainan. Laskar Joko Tingkir yang bertindak sebagai tim tamu kerap mengancam jantung pertahanan Persipura. Beruntung, tuan rumah sigap mengamankan daerah pertahanan.

Persipura menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit 86. Memanfaatkan umpan lambung Bio Paulin, Boaz menyambut bola dengan tandukan untuk menaklukan Choirul Huda, kiper Persela. Skor 2-0 untuk keunggulan Persipura bertahan hingga bubar.
Atas hasil ini, Persipura menembus peringkat tiga klasemen ISL mengemas 8 poin. Sedangkan, kekalahan ini membuat Persela masih tertahan di peringkat 12 mengumpulkan 3 poin.

Susunan Pemain
Persipura Jayapura:
Yoo Jae-hoon, Otavio Dutra, Im Jun-sik, Zah Rahan Karangar, Imanuel Wanggai, Gerald Rudolf Pangkali, Yustinus Pae, Ortizan Solossa, Bio Paulin, Boaz Solossa, Patrich Wanggai

Persela Lamongan: Choirul Huda, Oh Inkyun, Gustavo Lopez, Samsul Arif, Catur Pamungkas, Syaiful Lewenussa, Roman Golian, Mario Costas, Hang Sang-min, Arifki Eka Putra

Jumat, 01 Februari 2013

KONSPIRASI : Stevie Bonsapia Gabung Timnas Karena Orangtuanya dijanjikan jadi Kepala Dinas Sarmi

Pemain ngambekkan  , stevie bonsapia . jarang dimainkan persipura lalu mengambil tindakan kekanak-kanakan  dengan gabung timnas djohar membuat dirinya dipecat persipura

Sumber terpercaya mengatakan , jika kepergian Stevi ke Timnas tanpa sepengatahuan manajemen dan pelatih karena dijadikan barter mengingat orang tuanya akan menjadi kepala dinas di Pemkab Sarmi.(dg)

Persipura pecat Pecat Pemain CENGENG , Stevie Bonsapia

Pemain cengeng STEVIE Bonsapia yang  jarang dimainkan persipura , lalu ngambek dan bermain untuk timnas djohar  langkahi kebijakan Persipura Jayapura. Ia nekat merapat ke timnas. Persipura pun memecatnya.

Stevie seperti tidak belajar dari pengalaman para seniornya, termasuk Titus 'Tibo' Bonai. Kebijakan Persipura sebagai bagian dari kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang berada di bawah yurisdiksi PSSI pimpinan La Nyalla Mattalitti, ia langgar.

Kebijakan yang dilanggar Stevi adalah larangan gabung dengan timnas yang diarsiteki Nil Maizar karena berada di bawah wewenang PSSI Djohar Arifin Husin. Maklum, Persipura bersama klub lain ISL dan lebih dari 2/3 anggota sah PSSI sudah tidak mengakui kepengurusan Djohar di PSSI pasca mosi tidak percaya yang dicetuskan pada Rapat Akbar Sepakbola Nasional (RASN) 18 Desember 2012.
Mereka juga sudah punya ketua umum baru PSSI, yakni La Nyalla, yang dipilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) 18 Maret 2012 di Ancol, Jakarta Utara.

"Artinya, Stevie memilih memisahkan diri dari Persipura. Karena itu, kami akan memecatnya sebagai bentuk ketegasan dan sikap manajemen klub," tegas Ketua Harian Persipura La Siya.

Selain dipecat, Stevie juga dituntut membayar 50% dari nilai kontraknya bersama Persipura. Begitu juga urusan administrasi lain, termasuk jika Stevie pernah meminjam uang kepada manajemen Persipura.

"Stevie harus membayar 50% dari nilai kontraknya kepada manajemen Persipura. Dalam kontrak sudah diatur soal itu. Siapa pun pemain yang melanggar aturan akan dikenai denda. Selain itu, uang yang pernah dipinjam harus diganti," tegas La Siya.

Meski sudah bergabung dengan timnas, Stevie tidak bisa main kala Indonesia dicukur Yordania 5-0. Stevie tidak bisa ikut dalam rombongan timnas ke Yordania karena paspornya masih di tangan manajemen Persipura. Cerita itu sama persis dengan kasus Tibo.
Apa boleh buat, Stevie sudah bertindak nekat dengan mengangkangi kebijakan klub, ia pun harus terima risikonya: dipecat. Cuma, jika ditilik lebih dalam, Stevie dan sejumlah pemain sebelumnya adalah korban dari kemelut berlarut PSSI. Sungguh ironis.   (fh)

Kamis, 31 Januari 2013

Persipura vs Persepam MU = 4-0 , Bochi dua Gol

Persipura Jayapura akhirnya memetik kemenangan perdana di pentas Liga Super Indonesia (ISL) 2012-13 usai mengalahkan Persepam Madura United 4-0, Kamis, 31 Januari 2013. Dalam duel ini, Boaz Solossa berhasil menyumbangkan dua gol bagi Tim Mutiara Hitam.

Bertanding di Stadion Mandala, Jayapura, Persipura yang meraih hasil imbang di dua laga sebelumnya tampil penuh percaya diri menghadapi tim tamu. Pada menit ke-18, tuan rumah sudah berhasil menjebol gawang Persepam melalui tendangan keras Patrich Wanggai.

Unggul satu gol tidak membuat Persipura mengendorkan tekanannya. Sebaliknya, tim besutan Jacksen F Tiago ini terus mengurung pertahanan tim lawan. Hasilnya, pada menit ke-31, Mutiara Hitam berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui Boaz Solossa.

Tertinggal dua gol, Persepam mencoba bangkit dan mengejar. Sayangnya, serangan yang dibangun selalu kandas di lini tengah. Imanuel Wanggai dan Zah Rahan selalu mampu memotong laju aliran bola para pemain Persepam.

Sementara itu, Persipura mulai menurunkan tempo pertandingan setelah unggul 2-0. Dan hingga babak pertama usai kedudukan tidak berubah.

Memasuki babak kedua, Persipura kembali menaikkan tempo permainan. Hasilnya, sejumlah peluang tercipta, dan menit 51 Boaz Solossa kembali mencetak gol untuk menambah keunggulan menjadi 3-0.

Meski sudah unggul 3-0, Persipura tetap bermain dalam tempo tinggi, dan terus menekan pertahanan lawan. Jacksen bahkan memasukkan Lukas Mandowen untuk mempertajam lini depan timnya. Hasilnya, pada menit 79, striker mungil itu berhasil merobek jala Persepam dan membawa Persipura unggul 4-0. Skor ini bertahan hingga pertandingan usai.

Hasil ini membuat posisi Persipura di papan klasemen melambung. Saat ini, Mutiara Hitam berada di posisi ke-6 dengan 5 poin. Sedangkan Persepam semakin terjermbab di posisi paling buncit tanpa satu poin pun dari dua laga.(hi)

Jacksen Tiago : Djohar Jangan Ganggu Pemain Kami !!!

Kami sangat terusik dengan gangguan yang diberikan oleh pihak PSSI kepada pemain kami disini. Apa yang sudah kami lakukan seharusnya dihargai bukannya melakukan telepon secara intens kepada pemain kami. Begitulah ungkapan pelatih kepala Persipura Jayapura, Jacksen Tiago melihat sikap PSSI yang dinilai kurang dewasa usai pertandingan Persipura vs Persepam MU yang berakhir 4-0 .
“Mereka (PSSI) sudah melayangkan surat resmi kepada manajemen Persipura terkait delapan pemain Persipura yang dipanggil untuk memperkuat Tim Nasional (Timnas) Idonesia menghadapi Pra Piala Asia 2015. Dari surat tersebut kami juga telah menjawab surat tersebut secara resmi. Mestinya organisai sebesar PSSI tersebut harus menghargai balasan dari surat mereka tersebut,” katanya kamis (31/1)  di Stadion Mandala Jayapura.
Kekecewaan pelatih berkebangsaan Brasil tersebut beralasan, menyusul keluahan dari sejumlah pemain yang mengatakan bahwa mereka sering sekali di telpon oleh salah satu oknum anggota PSSI pimpinan Djohar Arifin untuk bergabung dengan Timnas Indonesia di Medan.
“Setiap kali latihan, pemain selalu mengeluh tentang oknum-oknum PSSI yang dengan intens menelepon mereka untuk bergabung dengan Timnas. Apakah surat balasan kami tidak dihargai? Kami sudah menyurat secara resmi dan itu prosedurnya,” tukasnya.
Yah, seiring kepergian Stevie Bonsapia untuk bergabung bersama Timnas Indonesia yang tanpa sepengetahuan manajemen Persipura maupun tim pelatih dianggap manajemen dan pelatih adalah hak dari sang pemain tersebut. “Kami tidak bisa melarang Stevie, karena itu adalah haknya apalagi membela Tim atas nama Negara Indonesia. Namun dampak kedepannya juga harus dipikirkan oleh sang pemain tersebut,” katanya.
Ditempat yang sama, manajer Persipura Rudy Maswi kepada wartawan mengatakan bahwa kepergian Stevie Bonsapia sama sekali tidak ada pemberitahuan. “Sama sekali tidak ada pemberitahuan, malah ketika dia sudah bergabung baru ada kabar, itupun melalui pesan singkat yang dikirim kepada Jacksen Tiago,” ungkapnya.

 Keputusan bukan ada di saya, sebuah keputusan yang keluar adalah keputusan bersama. Untuk itu, masalah sanki belum bisa dijawab. Kami menunggu situasi lebih kondusif karena skarang ini masih dalam pesta raakyat yaitu pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Mungkin setelah itu baru kami bicarakan, bukan hanya masalah Stevie tetapi ada beberapa agenda lainnya yang akan dibahas,” ujarnya. [ry]

Rabu, 30 Januari 2013

Stevi Bonsapi Diharuskan Bayar denda 125 Juta ke Persipura

Pemain Persipura Jayapura, Stevie Bonsapia, menemui jalan terjal untuk membela tim nasional Indonesia di Pra-Piala Asia 2015. Manajemen Persipura masih menahan paspor pemain berusia 24 tahun tersebut.
Persipura juga meminta Stevie mengganti rugi sebesar 50 persen dari total uang yang telah diberikan Persipura kepada Stevie sejauh ini. Jumlahnya Rp 125 juta.
Wakil Manajer Timnas Indonesia, Nico Dimo, mengungkapkan hal tersebut. Nico mengatakan permintaan ganti rugi terungkap setelah Stevie melakukan pertemuan dengan manajemen Persipura pada Kamis (31/1) untuk meminta paspornya yang masih ditahan manajemen.
"Namun, bukan paspor yang didapatkannya. Ia justu semakin dipersulit karena Persipura meminta Stevie menandatangani surat perjanjian untuk mengembalikan 50 persen uang yang sudah didapatkannya. Totalnya Rp 125 juta," kata Nico di kantor PSSI, Jakarta, Kamis (31/1).
Nico mengatakan uang itu diminta karena Persipura menganggap Stevie telah melanggar peraturan klub yang melarang pemainnya gabung timnas. Persipura pun memberikan tenggat waktu kepada Stevie selama tujuh hari untuk melakukan pengembalian tersebut.(dg)

Sabtu, 26 Januari 2013

Dibuang Persipura , Stevi Bonsapia Gabung Timnas Djohar

Wajah timnas minim bintang membuat pelatih kepala Nil Maizar tak memiliki banyak opsi untuk leluasa meracik strategi. Selama pemusatan latihan di Medan hanya diikuti para pemain dari klub-klub IPL. Itupun tak seluruhnya memenuhi panggilan.

Namun mendekati deadline laga uji coba internasional kontra Yordania pada 31 Februari dan laga perdana Pra Piala Asia 2015 kontra Irak, titik terang muncul. PSSI kembali mendapatkan amunisi baru.

Kali ini satu pemain ISL disebut bakal segera bergabung. Dia adalah Stevi Bonsapia, pemain Persipura Jayapura.

Hal ini disampaikan Manajer timnas, Mesak Manibor. Stevie akan segera bergabung sebelum laga uji coba kontra Yordania. Stevie merupakan pemain ke sembilan dari Persipura yang dipanggil. Tak seperti pemain lainnya, Stevie mendapat lampu hijau dari Persipura.

"Ada pemain Persipura yang diizinkan masuk timnas. Stevie Bonsavia baru diizinkan Ini jadi pemain kesembilan yang kami panggil. Kami komunikasi dengan Jacksen Tiago (Pelatih Persipura-red) lalu Jacksen komunikasikan ini dengan manajemen. Jadi dia akan menyusul. Berarti, satu pemain dari ISL bergabung," ucap Mesak.

Kehadiran pemain berusia 24 tahun ini disebut Mesak menjadi permulaan yang baik di tengah pertentangan dua kubu petinggi sepak bola tanah air. "Kita ini di masa transisi dimana ada dua kepentingan di sepakbola. Yang pasti kami senang ada tambahan pemain yang bergabung," kata pria asal Papua ini.

Stevie juga bukan wajah baru bagi skuad Merah Putih. Ia pernah bagian dari skuad Merah Putih di ajang SEA Games 2011. Karena itu Stevie sudah terdaftar di AFC.

 Namun pihak persipura , melalui tommy mano mengakui bahwa stevie bonsapia sudah bukan lagi bagian dari persipura musim ini .

" iya , saya dengan dari berita dia dipanggil , namun perlu ditegaskan , stevie musim ini sudah tidak bergabung dengan persipura " ujar mano (jj)

Kamis, 24 Januari 2013

Selebrasi Terselubung Boaz Salossa , Untuk dukung MR Kambu jadi Gubernur

Kapten tim Persipura Jayapura Boaz Solossa mencetak gol tunggal ke Gawang Persita Tangerang, saat kedua tim bertemu dalam lanjutan ISL, 19 Januari lalu. Setelah mencetak gol, pemain yang akrab disapa itu melakukan selebrasi. Dan selebrasi itu sebagai dukungan terhadap MR Kambu menjadi gubernur Papua periode 2013-2018.
“Saya mengakui selebrasi itu sebagai bentuk dukungan kepada MR Kambu untuk jadi Gubernur,”ujar Boaz Solossa kepada wartawan, saat berada di Merauke, Rabu 23 Januari guna mengikuti kampanye terakhir MR Kambu.
Menurut Boaz, seusai mencetak gol, dirinya membuka kaos dan menunjukan kepada kamera tulisan “I Love Jesus I Love Persipura” serta mengacungkan 2 jari (simbol piss). “Saya sempat lupa mengacungkan 2 jari dan hanya membuka kaos saja, tapi rekan saya Zah Rahan menyatakan, kamu harus acungkan dua jari (nomor urut MR Kamu dalam pencalonan gubernur Papua), saya pun mengacungkannya,” kata Boaz.    Boaz melanjutkan, dirinya dan tim Persipura sangat mendukung MR Kambu sebagai gubernur Papua mendatang, sebab dialah yang membina dan membesarkan Persipura. “Kami ingin Kambu yang pimpin Papua demi kemajuan sepak bola, karena dia sudah terbukti mampu melakukannya,”papar Boaz.
Selain dirinya dan Persipura, Boaz Solossa juga mengharapkan seluruh rakyat Papua memilih MR Kambu-Blasius Adolf Pakage sebagai gubernur dan wakil gubernur provinsi Papua periode mendatang. “Untuk kemajuan sepak bola Papua dan pembangunan, kami ingin rakyat memilih kambu sebagai gubernur,” tukasnya. 
Boas mencetak gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1 saat persipura menghadapi tuan rumah Persita Tangerang.
Setelah kembali ke Papua, Boaz langsung mengikuti kampanye terakhir MR Kambu.
Sekretaris Panitia Kampanye Pemilukada Papua untuk pasangan MR Kambu-Blasius Yusak Pakage, Kamasan Jack Komboy yang juga mantan pemain Persipura dan sekarang anggota DPR Papua mengatakan, kehadiran Boaz Solossa dalam kampanye di Merauke sangat mengagetkan pihaknya. “Kami  kaget Boaz datang dalam kampanye terakhir, soalnya baru beberapa hari lalu dia kami saksikan di TV main di Kuningan,”ujarnya.
Meski demikian, kata Jack Komboy, pihaknya sangat senang dan bangga, Boaz Solossa bersedia hadir didalam kampanye terakhir MR Kambu. Dan itu membuktikan kecintaannya. “Saya kira wajar dia hadir, dan itu haknya, kami tentu bangga,”paparnya.(fh)

Rabu, 23 Januari 2013

Boaz Salossa Akan Terjun dan Menyelami Dunia Politik

Kapten Persipura Jayapura, Boaz Solossa, hadir dalam kampanye pasangan Cagub dan Cawagub Papua, MR Kambu dan Blasius Pakage di Lapangan Pemda Merauke Papua, Rabu 23 Januari 2013. Pemain 26 tahun itu pun tak menutup kemungkinan di masa depan nanti bakal terjun ke dunia yang sama, yakni dunia politik.

"Mungkin nanti kalau sudah saatnya bisa saja saya terjun ke politik, tapi sekarang yang saya harapkan dan doakan adalah bapak MR Kambu untuk menjadi Gubernur," kata Boas.

Sebelumnya, sudah ada mantan pemain Tim Mutiara Hitam yang terjun ke dunia politik. Dia adalah Jack Komboy yang sekarang menjadi anggota DPRD Papua.

Sementara itu, MR Kambu sendiri mengaku sangat bangga pemain sekelas Boas mau memberikan dukungan kepada dirinya. "Saya ucapkan terima kasih buat Boas dan juga Persipura," kata dia.

MR Kambu mengungkapkan bahwa Boas adalah salah satu didikannya sehingga mampu menjadi pesepakbola profesional seperti sekarang.
"Jika di dunia politik kader saya adalah Yan Permenas Mandenas dan Jack Komboy. Di olahraga saat ini salah satunya adalah Boas Solossa," ucap Kambu.(dg)

Cegah Manajemen Persipura Korupsi , Dana Pt Freeport Perlu Diaudit

Dana bantuan PT Freeport Indonesia (FI) untuk Persipura Jayapura, diharapkan dapat dipertanggungjawabkan secara baik. Bahkan diusulkan pentingnya dibentuk tim audit untuk mengontrol bantuan dana hibah tersebut bagi Persipura Jayapura. Mantan manajer tim Persipura, Liga Indonesia (Ligina) tahun 1993-1999, Spencer Infandi mengungkapkan hal itu belum lama ini.
“Jadi itu yang sekarang mereka (Freeport) kasih dana yang besar. Cuma satu hal, harus ada timm audit yang mengontrol penggunaan dana ini, baik dari PT Freeport dan Persipura sendiri,” kata Infandi di kantor KONI Papua, APO Jayapura, Kota Jayapura, Papua, belum lama ini.
Dia mengatakan jumlah dari PT FI yang besar, maka Persipura harus kelola dana itu dengan baik dan benar, karena perusahaan asal Amerika itu, tidak selamanya memberikan dana untuk Persipura. “Karena ini perusahaan Amerika, dia berikan dana bukan untuk selamanya. Kalau dikelola dengan baik, berlanjut, tapi kalau tidak baik, dia berhenti. Itu yang harus dipahami,” ungkapnya.
Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayapura itu mengungkapkan semua pihak untuk jangan kaget dengan dana itu, karena Freeport tidak akan selamanya menggelontorkan dana hibah tersebut. Berdasarkan pengalamannya selama menjadi manajer Persipura, Spencer mengakui bahwa Persipura pernah membantu Persipura sebesar Rp 1 Milyar untuk dua musim kompetisi saat Liga Dunhil dan dan Liga Kansas.(rga)

Elemen Suporter Persipura Mania Bertambah

Dimusim kompetisi 2012/2013 elemen suporter Persipura Mania akan bertambah. Kelompok suporter yang akan hadir adalah gabungan dari beberapa elemen suporter Persipura yang ada di Jayapura, termasuk Anak Keriting (Angker).
Salah satu penggagas elemen suporter tersebut, Wilson mengatakan, terbentuknya suporter ini bukan karena ada perpecahan di dalam tubuh Persipura Mania. Namun karena pihaknya hanya ingin lebih memeriahkan setiap pertandingan kandang Persipura di Stadion Mandala.
“Nantinya elemen suporter tersebut akan menempati tribun bagian Selatan. Nantinya Anker akan gabung dengan kami juga. Ini bukan karena ada perpecahan di tubuh Persipura Mania, tapi elemen suporter ini didirikan hanya untuk semakin membuat stadion membahana,” kata Wilson, Rabu (23/1).
Menurutnya, pembentukan elemen suporter baru tersebut telah mendapat persetujuan dari Ketua Umum Persipura, Benhur Tommy Mano dan juga Ketua Panpel, Fachrudin Pasolo.
“Kami sudah meminta ijin kepada Ketua Umum Persipura dan juga Ketua Panpel. Mereka merespon baik dan merestui pembentukan suporter Selatan,” ucapnya.
Wilson berharap dengan hadirnya elemen suporter Persipura yang baru ini bisa semakin membakar semangat tim ‘Mutiara Hitam’ dalam bertanding.
“Kami harap kehadiran kami bisa kian menambah semangat permainan Persipura. Kami optimis musim ini gelar Liga Super Indonesia akan kembali ke Papua. untuk itu kami akan terus memberikan dukungan penuh kepada Persipura,” tutup Wilson.(ar)

Jumat, 23 November 2012

Imanuel Wanggai Lepas masa Lajang

Gelandang Persipura Jayapura, Imanuel Wanggai, akan mengakhiri masa lajangnya. Anak dari pasangan Tepi Wanggai dan Matelda Sapari itu akan melangsungkan pemberkatan nikahnya yang direncanakan dilangsungkan di Gereja GBGP Jemat Victory Dok VIII Jayapura Utara, Papua, pada pukul 15.00 WIT, Sabtu, (24/11).

Imanuel Wanggai mempersunting wanita asal Kepulauan Yapen, Kristin Berlinda Antaribaba. Kristin Belinda Antaribaba adalah anak dari pasangan Esau Antaribaba dan Elisabeth Ayomi. Setelah pemberkatan nikah, Sabtu, kedua pasangan itu akan melangsungkan resepsi pernikahan di Papua Trade Centre (PTC) The Plaza Entrop Kota Jayapura, Papua.

Dari informasi yang dihimpun, turut mengundang dalam resepsi pernikahan Manu panggilan akrabnya itu, masing-masing, Benhur Tomy Mano, Rudy Maswi dan MR. Kambu mantan Ketua Umum Persipura Jayapura.

3 Desember Jacksen Tiago Tinggalkan Persipura

Pelatih kepala Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago dipastikan tidak dapat mendampingi skuad Mutiara hitam saat mengikuti Turnamen pra musim Inter Isalnd Cup 2012 nanti. Hal tersebut disebabkan Jacksen Tiago harus berangkat ke Brazil untuk menyelesaikan Kursus Kepelatihan yang diikutinya sejak tahun lalu.
“Saya berangkat tanggal 3 Desember untuk mengikuti lanjutan kursus kepelatihan di Brazil yang saya ikuti sejak tahun lalu,” jelas Jacksen , Kamis (22/11) kemarin.
Dari rangkaian kursus yang diikuti Jacksen, tanggal 3 hingga 18 Desember itu adalah bagian akhir dari kursus tersebut, dengan menyelesaikan kursus yang diselenggarakan oleh Federasi Sepakbola Brazil tersebut, dapat dipastikan Jacksen Tiago akan mendapatkan Lisensi Internasional sebagai Pelatih Sepakbola Profesional. “Jelas berat bagi saya untuk meninggalkan Persipura dan Persipura mania , tetapi ini juga penting karena menyangkut karir saya sebagai pelatih,” tandasnya.
Saat menjalani Kursus tahap awal, Jacksen juga harus terbang ke Brazil pada tahun 2011 lalu, yakni pada tanggal 2 Desember 2011.
Selama ditinggalkan oleh Jacksen, Persipura akan ditangani oleh para asisten pelatih, Chris Leo Yarangga, Mettu Duaramuri, Osvaldo Lessa dan Fabio Tepedino. (sf)

Selasa, 20 November 2012

Persipura Konsisten tak akan Pinjamkan Patrich wanggai ke timnas

Persipura Jayapura tetap konsisten untuk tidak meminjamkan pemainnya ke Tim Nasional PSSI (Timnas) piala AFC, sebelum ada harmonisasi melalui Joint Committee (JC). Ketua Harian Persipura Jayapura, La Siya, mengakui kendatipun sudah ada permintaan dari PSSI ke Persipura untuk pinjam pemain Persipura.

“Kita masih tetap konsisten, bahwa sebelum ada harmonisasi melalui JC, kita tidak akan kasih pemain, walaupun sudah ada permintaan (dari PSSI),” kata La Siya, saat ditemui di Kantor KONI Papua, APO Kota Jayapura, Papua, Selasa (20/11).

Sebagaimana diketahui, pemain Persipura yang diminta pihak Timas PSSI piala AFC adalah Patrich Wanggai. Tapi hingga kini, manajemen Persipura tidak memberi ijin kepada Patrich untuk ikut membela Timnas PSSI piala AFC.

Ketika disinggung soal sangsi yang akan diberikan kepada Persipura, jika tak memenuhi permintaan itu? “Terserah saja, kasih sangsi kah, mau kasih apakah, kami sudah komitmen. Sebab ISL kami sudah komitmen bahwa harmonisasi melalui JC kita tidak akan memberikan,” kata La Siya, mantan Kadispora Kota Jayapura itu.(sgjun)