Pages

Tampilkan postingan dengan label PSIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIS. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Januari 2013

PSIS main di Divisi Utama PT Liga , Stadion langsung banjir Penonton

STADION Jatidiri membeludak. Jumlah penonton laga PSIS Semarang luar biasa meski belum lampaui rekor 2005.

Laga pembuka Divisi Utama (DU) 2012/2013 yang dimainkan PSIS dan PSCS Cilacap di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (27/1), sangat semarak. Bukan cuma karena permainan ke-2 tim di atas lapangan, tapi juga lantaran antusiasme suporter PSIS Panser Biru dan Snex yang memadati stadion berkapasiitas 21.000 tempat duduk itu.

Stadion Jatidiri, bahkan, sampai tak mampu menampung seluruh personel Panser Biru dan Snex. Kuota 15.000 lembar tiket yang dijual panpel PSIS ludes terjual dan jumlah penonton melebihi kapasitas stadion.

"Terus terang, kami terkejut melihat antusiasme Panser Biru dan Snex. Kami tak menyangka jumlah mereka bakal sebanyak itu," tegas Iwan Anggora, wakil ketua panpel PSIS.

Dibilang tak menyangka karena pihak panpel memperhitungkan laga itu ditayangkan live di antv. Menurut Iwan, dengan tayangan live di teve, paling banyak penonton yang hadir di stadion diestimasikan 10.000. Ternyata, massa yang hadir langsing ke stadion jauh di atas itu.

Jumlah orang yang menyaksikan langsung laga PSIS kontra PSCS di Stadion Jatidiri disebut GM PSIS Ferdinand Hindiarto memecahkan rekor jumlah penonton laga PSIS selama ini. Menurut perkiraan Ferdinand, lebih dari 21.000 suporter PSIS hadir di stadion pada laga yang dihelat Minggu (27/1) itu.

"Malah masih banyak orang yang tidak bisa masuk karena kapasitas stadion sudah penuh. Karena itu, pada pertengahan babak II kami gratiskan mereka masuk stadion. Jelas, jumlah itu jadi rekor. Padahal, PSIS hanya tampil di level DU," tukas Ferdinand.

"Tapi, jumlah itu masih kalah banyak dibandingkan ketika kami tampil di Liga Indonesia pada 2005. Saat itu, PSIS menjamu Persipura Jayapura. Penonton membeludak sampai ke pinggir lapangan. Diperkirakan 25.000 orang menjejali stadion saat itu," papar Ferdinand.

Berkaca dari pengalaman itu, Ferdinand berencana menambah kuota tiket yang dijual saat PSIS tampil sebagai tuan rumah. Meski begitu, Ferdinand berjanji tidak menaikkan harga tiket.

"Tentu akan kami evaluasi. Mungkin kami tambah jumlah tiket yang kami jual. Tapi, harga tidak perlu naik meski harga tiket pertandingan kandang PSIS termurah di Indonesia," tandas Ferdinand.
Harga tiket termahal pertandingan kandang PSIS di DU 2012/2013 adalah Rp 50.000. Itu tiket kelas VIP.

PSIS adalah 1 dari 9 klub kontestan DU di bawah pengelolaan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) yang pada musim 2012/2013 hijrah ke DU di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia (LI). Alasan mereka pindah tak terkait kisruh PSSI. Mereka hanya ingin berkompetisi dengan lebih baik, jelas, kompetitif, dan kondusif.(dg)

Minggu, 27 Januari 2013

Psis vs Pscs = 1-0 , Gol Bunuh Diri berikan Awal manis Mahesa jenar

Tuan rumah PSIS Semarang sukses meraih hasil maksimal pada laga pembuka kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2013. Tampil di kandang sendiri, Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (27/1), PSIS menang tipis 1-0 atas PSCS Cilacap. Gol tunggal di laga derby Jawa Tengah itu disarangkan oleh striker asal Belanda, Emile Linkers.
Laga pembuka Divisi Utama 2013 ini disaksikan kurang lebih 22 ribu penonton yang sebagian besar adalah suporter tuan rumah. Jumlah penonton itu sangat luar biasa, apalagi musim lalu, PSIS berkompetisi di liga sebelah yang atmosfernya kurang begitu semarak.
Pertandingan itu diawali dengan mengheningkan cipta untuk mengenang almarhum pelatih Persebaya Miroslav Janu, yang meninggal dunia, Kamis (24/1/2013) lalu. Selain itu, pemain kedua tim pun mengenakan pita hitam sebagai ungkapan bela sungkawa atas berpulangnya pelatih asal Rep Ceko tersebut.
Kendati tampil di hadapan puluhan ribu suporternya, para pemain PSIS justru sempat bermain tegang di awal babak pertama. Turun dengan formasi terbaiknya dengan duet Imral Usman dan Emile Linkers, permainan PSIS terlalu mudah dimatikan para pemain PSCS.
Bahkan di lapangan tengah, PSCS lebih banyak menguasai dengan melalui kolaborasi mantan pemain Pelita Jaya, Andesi Setyo Prabowo dan Owang Abong Crepin. Namun sampai babak pertama usai, kedua masih sama-sama tidak mampu mencetak gol.
Memasuki babak kedua, Pelatih PSIS Firmandoyo meminta pemainnya untuk bermain lebih ofensif. Masuknya Miko Ardiyanto menggantikan Syaiful Amar membuat lapangan tengah PSIS lebih hidup.
Alhasil, memasuki menit ke-62, PSIS akhirnya mampu memecahkan kebuntuan. Sebuah tendangan keras Emile Linkers mampu dihalau kiper PSCS, Ega Rizky Pratama, setelah sebelumnya membentur kaki salah seorang pemain belakang PSCS. Gol itu langsung disambut gemuruh ribuan Snex dan Panser Biru, suporter setia PSIS.
Keunggulan itu membuat permainan PSIS makin bergairah. Beberapa tekanan berulang kali dilancarkan tim Mahesa Jenar. Tetapi sayang, sampai laga usai, kedudukan 1-0 untuk PSIS tetap tidak berubah.
Asisten pelatih PSIS, Eko Purjianto mengakui, pemainnya sempat bermain nervous di awal laga. Bahkan hampir sepanjang babak pertama, PSIS gagal memperagakan permainan sesuai instruksi pelatih.
"Baru pada babak kedua, pelatih meminta untuk bermain lebih ofensif. Itu penting karena sebagai tuan rumah kami butuh kemenangan sebagai modal untuk mengarungi kompetisi yang cukup panjang ini," tegas Eko.
Yang pasti, lanjut jebolan Primavera ini, pihaknya akan banyak mengambil pelajaran sebagai bahan evaluasi dari laga ini. Itu penting karena secara umum permainan PSIS masih jauh dari harapan.
"Jujur kami masih harus banyak berbenah. Setelah ini kami akan evaluasi lebih mendalam lagi. Ke depan tentunya kami berharap bisa tampil lebih baik lagi," tutur Eko.
Sementara Pelatih PSCS Gatot Barnowo mengaku puas, meski timnya gagal meraih angka. Menurutnya laga melawan PSIS berlangsung sangat baik, fair, dan sportif.
"Kami hanya tidak beruntung dan keberuntungan itu berpihak pada PSIS.Meski kalah saya tetap positif menilai permainan kami. Apalagi sebagian besar materi pemain saya adalah pemain muda yang butuh jam terbang lebih banyak lagi," tandasnya.
Pada laga itu wasit Fahrizal M Kahar mengeluarkan enam kartu kuning kepada Catur Adi Nugroho, Nurul Huda, Imral Usman (PSIS), Andesi Setyo Prabowo, Andri Siswanto, Rastiawan Aribowo (PSCS).

Sabtu, 26 Januari 2013

Bermain di Divisi Utama PT Liga , PSIS langsung Kebanjiran Sponsor

Psis resmi meninggalkan Kompetisi divisi utama pt LPIS dan gabung dengan divisi utama PT Liga .
klub dari Kota penghasil Lumpia terenak itu, dibanjiri oleh sponsor bukan di banjiri oleh air. Banyaknya sponsor ini diperkirakan PSIS akan menuai sukses dalam mengelola finansialnya musim ini.
Selain mendapatkan investor tunggal yakni Ancora Foundation, tim berjuluk ‘Mahesa Jenar’ ini juga menadpatkan dua sponsor pendamping. Dua perusahaan yang menjadi sponsor pendamping ini diantaranya Bank Jateng dan Yamaha (Mataram Sakti). Perusahaan ini telah resmi menjadi sponsor pendamping utama.
Untuk, Bank Jateng menempatkan diri sebagai sponsor terbanyak dengan menempelkan logonya di jersi (depan dan belakang bawah nomor punggung). Sedangkan Yamaha ditempatkan di atas nama pemain (belakang).
“Untuk depan jersi sebenarnya ada tiga yang memperebutkan, salan satunya dengan Sinar Sosro. Untuk Sosro kami masih mencarikan satu tempat lagi di jersi pemain,” beber GM PSIS, Ferdinand Hindiarto.
Ferdinand mengatakan, untuk sponsor aboard, pihaknya sudah mengantongi tujuh perusahaan dan instansi seperti Aguaria, UPVC, Suara Merdeka, Pemkot, STIE AKA. Untuk, produk minuman lain yakni Marimas ditempatkan di seragam panpel. Menurut Ferdinand, masih ada beberapa perusahaan yang masih nego yakni Nasmoco dan Udinus. Namun, ia tidak menyebutkan nilai sponsorship karena menghormati privasi sponsor.
“Intinya musim ini kami membidik sekitar Rp 500 juta dari sponsor pendamping,” pungkasnya.(yr)

Rabu, 24 Oktober 2012

PSIS diterpa angin segar , Ancora Dapat Investor Lokal

Kabar gembira berhembus ke PSIS. Ancora sebagai pemegang saham PT Laskar Diponegoro (badan hukum PSIS) sudah mendapatkan investor lokal pendamping. Karenanya, tak lama lagi skuad Mahesa Jenar akan segera membentuk tim. Kabar tersebut disampaikan perwakilan Ancora di Semarang Daniel Toto Indiono.
Namun demikian, manajer PSIS musim lalu itu masih menutup-tutupi identitas investor lokal. Dia hanya menegaskan, sudah ada investor lokal yang siap menggelontorkan dana bagi PSIS.
"Tenang saja, sudah ada pengusaha lokal yang mau membantu membiayai PSIS. Tetapi bukan wewenang saya untuk mengatakannya. Nama investor tersebut sudah berada di tangan Plt Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendi," ungkap Daniel.
Kerahasiaan itu memunculkan beberapa spekuliasi. Nama-nama pernah diapungkan menjadi rekanan Ancora dalam mengelola PSIS. Seperti pengusaha tongkang Putut Sutopo, kemudian Bupati Sumedang yang berasal dari Semarang, Don Murdono.
Namun dua nama itu tidak pula diiyakan oleh Daniel. Dia hanya menegaskan, pengusaha yang mau mencurahkan waktu dan tenaga buat PSIS itu berasal dari Semarang, bukan dari luar. Karena beberapa hal, memang belum dapat disebutkan sekarang.
"Kami akan segera bergerak untuk pertemuan selanjutnya dengan agenda mematangkan kerja sama. Terlebih dahulu, berita gembira ini akan saya sampaikan ke Jakarta (Ancora). Namun, kami memang belum dapat sampaikan sekarang, biar semuanya beres dulu," ungkap Daniel.
Bangkitnya PSIS dari mati suri sudah dinanti-nanti berbagai pihak. Tak terkecuali para pemain yang musim lalu menjadi pilar utama. Sebut saja tiga pemain yang kini didekati Persiba Bantul, yakni Donny F Siregar, Steven Anderson, dan Rommy Agustiawan.
Steven Anderson tidak menampik bahwa dirinya telah dihubungi salah satu manajemen Persiba. Dia diminta untuk bersedia bergabung. Tetapi gelandang serang yang lincah dan cepat itu masih belum memberikan jawaban secara pasti kepada tim berjuluk Laskar Sultan Agung.
"Sebenarnya, saya masih menunggu kabar dari PSIS, karena hingga hari ini belum ada kepastian. Bersama PSIS kami telah merekam masa-masa indah. Kami saling menghibur, mulai dari pemain dengan pemain, atau pemain dengan pelatih," tuturnya.(hen)