Pages

Senin, 26 November 2012

Syamsidar Siap Tambal Krisis Kiper Timnas , tapi Minta Syarat

Krisis penjaga gawang Timnas Indonesia yang tampil di AFF Suzuki Cup 2012 ditanggapi serius oleh Syamsidar, mantan kiper Semen Padang yang kabarnya merapat di Mitra Kukar.
Syamsidar yang sempat menjalani pemusatan latihan bersama Tim Merah Putih, meski pada akhirnya memilih mendekat ke Mitra Kukar bersedia kembali membela skuad Nil Maizar dengan catatan, PSSI harus berkirim surat kepada calon klubnya, Mitra Kukar jika memang dirinya dibutuhkan Timnas.
“Saya mau membela timnas asal manajer Timnas yaitu Habil Marati berbicara dengan saya, dan saya dibuatkan surat pemanggilan resmi. Kalau sudah itu, hari ini juga saya akan berbicara dengan Mitra Kukar, karena hingga sekarang saya belum dikontrak oleh mereka, saya hanya berlatih dan tinggal di mess saja,” tegasnya saat dihubungi wartawan dari Jakarta, Senin sore.
Syarat yang diajukan oleh Syamsidar memang sekilas tampak sangat masuk akal, namun bila dilihat dari sudut pandang lain, terlihat cara pemain kelahiran Sulawesi tersebut sangat menodai nilai nasionalisme yang harusnya dipegang teguh oleh seorang pemain sepak bola.
Bagaimana tidak, kesempatan pertama yang diberikan kepadanya untuk bisa membela Timnas dalam gelaran AFF SUZUKI CUP 2012, dibuang begitu saja demi memenuhi tawaran klubnya untuk menandatangani kontrak bersama Mitra Kukar di musim kompetisi 2013.
Kini, di saat Indonesia membutuhkan penjaga gawang untuk menggantikan posisi Endra Prasetya yang menuai kartu merah dari wasit pada laga melawan Laos, Minggu (25/11), Syamsidar malah mengajukan syarat, bak dirinya seorang penjaga gawang terbaik di Indonesia.
Habil Marati yang dikonfirmasi perihal syarat yang diajukan Syamsidar tersebut, menyatakan telah melakukan komunikasi secara langsung kepada Syamsidar, dan rencananya akan langsung mengirimkan surat pemanggilan dirinya kepada klub.
“Tadi saya telepon dia, kalau dia meminta surat hari ini akan saya ajukan surat pemanggilan resmi,” tegas Habil Marati.[rusdji/bnt]

Si endut Beukering Pulih dari Encok , Siap Hancurkan Singapura

Si endut naturalisasi  asal Belanda, Jhonny van Beukering kemungkinan besar bisa diturunkan pelatih Timnas Indonesia, Nil Maizar, saat melawan Singapura di laga kedua grup B AFF Suzuki Cup 2012, Rabu mendatang.
Saat melawan Laos, yang berakhir imbang 2-2, van Beukering tidak masuk dalam susunan pemain, karena mengalami encok akibat kegemukan .
Dalam sesi latihan di Hotel Palace of the Golden Horses, Beukering tidak nampak. Namun rupanya Beukering sedang menjalani perawatan di klinik bersama fisioterapis tim, Mathias Tibo. Menurut Tibo, kondisi fisik Beukering siap untuk dimainkan melawan Singapura.
“Tadi pagi kondisi dia sudah lumayan, sudah menjalani terapi selama tiga sampai empat jam di klinik. Punggungnya sudah beres. Kalau pelatih mau memainkan dia saat melawan Singapura ya sudah bisa. Tapi mungkin hanya di babak kedua atau tergantung taktiknya bagaimana,” ujar Mathias.
Gelandang lincah Andik Vermansyah juga berada dalam kondisi fit meski sempat mendapat tackling keras pemain Laos kemarin.
“Dia (Andik) tidak apa-apa. Saya sudah periksa tidak apa-apa, tidak ada masalah. Kemarin malam juga dia sudah mandi es setelah pertandingan,” jelasnya.[bnt]

Minggu, 25 November 2012

Robertino dan Wook Jin Gabung Persiba

Robertino Pugliara (Argentina) dan You Wook Jin (Korea Selatan) dipastikan akan memperkuat skuad tim Persiba Balikpapan di ajang pra musim Inter Island Cup (IIC) 2012 awal Desember mendatang. Sempat menemui jalan buntu, akhirnya playmaker bernama lengkap Robertino Gabriel Pugliara deal dengan manajemen Persiba.
Secara otomatis hal itu memupuskan harapan tiga legiun asing, Emile Mbamba, Karim dan Amir Varizi yang tengah mengikuti seleksi di Balikpapan. "Robertino Pugliara dan You Wook Jin juga sudah kami daftarkan di tim Persiba untuk mengikuti turnamen pramusim Inter Island Cup," jelas Asisten Manajer Persiba Balikpapan, Faisal Husin, kemarin (25/11).
Dikonfirmasi mengenai kesepakatan ini, RP10 -sapaan Robertino Pugliara- menyambut positif hal ini. “Saya sudah deal dengan Persiba. Rencananya besok (hari ini) saya ke Balikpapan, sekarang (kemarin) masih nunggu tiket pesawat saja,” kata Robertino yang mengaku berada di Jakarta. Manajemen Persiba Balikpapan mencapai kata sepakat dengan dua legiun asing untuk melengkapi kuota asing mereka.
Pasca gagal dalam perburuan Boakay Edi Foday yang belakangan sudah meneken kontrak dengan Sriwijaya FC. Selain itu, Manajer Persiba Balikpapan Jamal Al Rasyid mengatakan akan menyerahkan kedua pemain baru ini kepada pelatih. “Mereka berdua (Robertino dan You) sudah OK, tinggal melihat pandangan pelatih saja,” ungkapnya sembari mengatakan masih membutuhkan pemain di sektor wing.
Diketahui Robertino yang sebelumnya pernah memperkuat Persiba, juga memperkuat Persija Jakarta. Sedangkan You Wook Jin sebelumnya telah memperkuat Persiram Raja Ampat. Dengan deal dua pemain itu, Persiba Balikpapan kini sudah dihuni 5 pemain asing yaitu Patrice Nzekou (Kamerun), Sangvone Phimmasen (Laos) dan Precious Emajureye (Singapura), serta Robertino Pugliara dan You Wook Jin.
Selain itu, skuad tim beruang madu dipastikan semakai pede menghadapi ajang pra musim Inter Island Cup (IIC) 2012 di Samarinda, awal Desember nanti. "Kalau pelatih tidak tertarik dengan Robertino, tidak tahu bagaimana lagi maunya dia," tandas Jamal.(san)

Habil Marati Kecewa Arthur Irawan Pergi Tanpa Pamit

SETELAH namanya dicoret, Arthur Irawan langsung absen dalam sesi latihan kemarin pagi (25/11) di The Palace of Golden Horses, Kuala Lumpur, Malaysia. Arthur memilih langsung pulang ke Jakarta.
Manajer Timnas Habil Marathi menyebut pemain klub Espanyol B itu sudah tidak terlihat mulai Sabtu (24/11) malam. Dia memperkirakan Arthur sudah pulang pada malam pengumuman atau saat dirinya dipastikan tak masuk skuad utama tim AFF. “Saya tidak lihat dia lagi. Mulai tadi malam (Sabtu malam, Red), tadi pagi (kemarin) juga saya tidak melihatnya," terangnya saat ditemui sebelum berangkat.
Menurut Habil, Arthur sebelumnya pergi tanpa pamit kepada manajemen tim. Tapi, saat mereka berdua berbicara mengenai pencoretan, Arthur sempat mengatakan dirinya segera pulang. "Tidak pamit dia. Sepertinya dia langsung pulang," ujar mantan anggota DPR tersebut.
Habil tak mempersoalkan keputusan Arthur yang memilih pulang. Hanya, dia kaget karena Arthur tiba-tiba pergi.
Saat dikonfirmasi, Arthur membenarkan dirinya sudah tidak lagi bersama tim. Namun, dia menolak anggapan manajer kalau tak pamit. "Semua sudah diinformasikan kepada Pak Habil. Saya gak usah komentar. Mereka sudah tahu apa yang terjadi," terangnya via e-mail tadi malam.
Terhadap segala yang terjadi dan pencoretan di menit akhir itu, Arthur tak mau terlalu memikirkannya. Tetapi, dia menegaskan jika tetap men-support para penggawa timnas yang terus berlaga. "Saya akan fokus untuk Espanyol. Tapi, doa saya masih bersama pemain timnas," tandasnya.

Timnas Memohon ke AFF untuk tambah Kiper

Timnas Indonesia saat ini tinggal menyisakan satu kiper setelah Hendra Prasetya mendapat kartu merah di laga kontra Laos. Izin untuk menambah kiper pun dilayangkan.

Hendra Prasetya mendapat kartu merah saat Tim Merah Putih ditahan imbang Laos 2-2. Ia diusir wasit setelah menjegal Vilayout Sayyabounsou di kotak terlarang. Wahyu Tri Nugroho masuk menggantikan posisi Hendra.

Untuk laga lawan Singapura, Rabu (28/11/2012), Indonesia tak mempunyai kiper cadangan karena hanya mendaftarkan dua nama pemain. Nil Maizar melayangkan permintaan kepada AFF agar diperbolehkan menambah satu kiper lagi.

"Saya sudah mengatakan ke media officer untuk memproses hal ini. Dari 22 pemain, kita hanya menyertakan dua kiper. Jadi, untuk lawan Singapura, kita tak punya kiper cadangan. Kita sudah layangkan permintaan menambah kiper lagi ke AFF, tapi masih menunggu jawaban," katanya.

Di laga kontra Loas, Handi Ramdhan mengalami cedera. Posisinya digantikan oleh Fachrudin Wahyudi di menit ke-71. Nil Maizar menyebut akan menunggu hasil pemeriksaan dokter untuk mengetahui cedera Handi.

"Ya, dia memang cedera. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dokter untuk menentukan apakah bisa bermain di laga selanjutnya lawan Singapura atau tidak. Keputusannya belum bisa diumumkan hari ini," ujarnya.

Diserang Ultras Malaya , Suporter Timnas takut , Malah Pasrah digebuki

Suporter Timnas Indonesia ternyata sempat diserang oleh suporter Timnas Malaysia yang menamakan dirinya Ultras Malaya. Penyerangan terjadi menjelang laga Timnas Indonesia melawan Timnas Laos di Minggu (25/11/2012) petang di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Ketika itu, sebanyak 15 suporter Indonesia yang hendak mendukung perjuangan Andik Vermansyah dkk berada di luar stadion. Mereka hendak memajang spanduk untuk foto-foto bersama.

Tanpa diduga, puluhan Ultras Malaya mendekat dan menyerang. Mereka menendang dan memukuli. Spanduk yang hendak dipasang pun dirampas. "Teman-teman tidak bisa melawan. Maklum kita kaget dan kalah jumlah. Kita hanya 15 orang sementara mereka jumlahnya puluhan. Bahkan, ada ratusan yang ada di situ. Tapi yang menyerang memang hanya puluhan," turut Imam Mudhofar, salah satu saksi mata, Senin (26/11/2012) pagi melalui BBM.

Pria berdarah Sunda yang mencintai Persib, Persebaya, dan Liverpool itu mengaku tidak ikut kena serangan. "Saya posisi agak jauh. Jadi tidak ikut terkena. Tapi juga tidak berani membantu. Mereka banyak sekali," ujar mahasiswa Unair Surabaya yang berada beberapa bulan di Malaysia dalam rangka program pertukaran pelajar dengan Universitas Malaya Malaysia.

Ditambahkannya, suporter Timnas Indonesia sebenarnya lumayan banyak juga. "Mungkin ada ribuan tapi kita berpencar-pencar. Tidak bergerombol. Ketika kejadian, ada juga yang sudah berada di dalam stadion. Jadi teman-teman yang berangkat jam 2 siang, mereka selamat. Termasuk Bonek Malaysia, mereka berangkat siang. Tapi yang jam 5 sore, itu yang diserang," katanya.

Yang cukup membuat Mudhofar kecewa, aparat keamanan Malaysia hanya menonton saja. "Melihat teman-teman diserang, polisi Malaysia tidak ada reaksi sama sekali. Mereka diam saja. Untung teman-teman tidak ada yang terluka parah," katanya.

Mudhofar memprediksi, situasi panas bakal kembali terulang ketika Timnas Indonesia melawan Timnas Malaysia pada hari Sabtu (1/12/2012). "Tidak tahu ini kita berangkat atau tidak. Selain repot dengan tugas, kita takut akan ada serangan lebih keras," katanya.

Sekadar diketahui, pada laga kemarin, Indonesia ditahan imbang dengan skor 2-2 oleh Laos. Sementara itu, Malaysia dipermalukan 0-3 oleh Singapura. [rif/kun]

Malaysia takluk dari Singapura 0-3

Juara bertahan sekaligus tuan rumah AFF CUP 2012, Malaysia menelan pil pahit setelah dihempaskan Singapura tiga gol tanpa balas.
Bermain didepan publiknya sendiri yang memadati Stadion Bukit Jalil, Minggu (25/11) Malaysia gagal menunjukkan permainan yahudnya.
Eks pemain Persib Bandung, Shahril Ishak melesatkan dua gol pertama Singapura, menit ke-32 dan 37, babak pertama berakhir dengan skor 0-2.
Usaha Safee Sali mengejar ketertingalan diparuh kedua gagal terealisasi, justru tim tamu kembali unggul melalui pemain gaek Aleksandar Duric menit ke-75 sehingga skor berubah menjadi 0-3 dan bertahan hingga laga usai.
Dengan hasil ini Singapura memuncaki klasemen grup A dengan 3 poin disusul Indonesia dan Laos yang sama-sama mengoleksi 1 poin, sedangkan Malaysia berada didasar klasemen.[Oa]

Kiper Indonesia Tinggal 1 biji , Nil Maizar kemungkinan suruh Bek isi Pos Kiper cadangan

Kiper nomor satu Indonesia Endra Prasetya mendapat kartu merah di pertandingan melawan Laos. Alhasil hanya tersisa Wahyu Tri Nugroho kiper yang tersedia di skuat "Merah Putih".

Endra diusir dari lapangan oleh wasit karena melakukan pelanggaran di menit 28, dalam laga melawan Laos di Stadion Bukit Jalil, Malasia, Minggu (25/11/2012).

Akibatnya, ia tak boleh bermain di dua laga berikutnya, yakni saat Indonesia menghadapi Singapura (28/11) dan Malaysia (1/12).

Tempat Endra kemudian diisi oleh Wahyu Tri, setelah pelatih Nil Maizar menarik keluar Oktovianus Maniani.

Masalahnya, dari kuota 22 pemain, hanya Endra dan Wahyu penjaga gawang yang dibawa timnas ke Malaysia. Dengan demikian Indonesia tentu berharap Wahyu tidak cedera untuk dua laga berikutnya, atau tidak pula mendapatkan kartu yang bisa berdampak buruk buat tim.

Mengenai ini Pelatih Nil Maizar akan menanyakan kepada AFF, apakah bisa mengganti pemain dengan kiper lain yang sebelumnya tercantum dalam list 35 pemain di awal pendaftaran. Jika tidak, ia mungkin saja akan menyiapkan seorang pemain non-kiper untuk berjaga-jaga.

Indonesia hanya bermain 2-2 melawan Laos di pertandingan pertamanya di Grup B.


(rac/a2s)

Imbang dengan Laos , Messi Indonesia Kecewa Berat

Di antara para pemain Indonesia yang berlaga melawan Laos, messi indonesia , Andik Vermansah salah satu yang tampil apik. Kendati demikian, laga itu berujung kekecewaan buatnya.

Andik yang terkenal punya kecepatan itu dipasang oleh pelatih Nil Maizar sebagai flank kanan dalam laga yang berlangsung di Stadion Bukit Jalil, Minggu (25/11/2012). Hasilnya relatif tidak mengecewakan.

Di menit-menit awal, pemain yang sempat menjalani trial dengan klub Amerika Serikat, DC United, itu melepaskan tiga crossing yang semuanya berakhir menjadi peluang. Dua umpan yang pertama diterima oleh Irfan Bachdim. Namun, Irfan gagal memanfaatkan kedua peluang itu dengan baik.

Di babak kedua ada pula momen ketika pemain Persebaya itu turun sampai ke lini belakang. Ia mengambil bola dari salah seorang pemain Laos sehingga serangan tim lawan dari sisi kanan pun gagal.

Momen selanjutnya adalah ketika tendangannya diblok oleh kiper Laos, Sengphachan Bounthisanh. Bola rebound dari tendangan itu lantas disambar oleh Vendry Mofu dan Indonesia pun selamat dari kekalahan.

Di menit-menit terakhir, Andik juga mengawali sebuah peluang untuk Indonesia. Ia menerobos kotak penalti dari sisi kiri dan tinggal berhadapan dengan Bountisanh. Alih-alih menendang, dia memilih untuk membagi bola ke samping. Peluang ini gagal lantaran bola dihalau oleh bek Laos.

"Saya kecewa. Kami sudah berusaha untuk menang dan tampil sebaik mungkin, namun kami hanya mendapatkan hasil imbang," ujarnya seusai pertandingan.

Andik pun enggan mengomentari permainannya sendiri. Ia mengaku, yang terpenting adalah penampilan tim secara keseluruhan.

"Saya tidak mau menilai permainan saya sendiri. Yang jelas, kalau buat negara ya saya siap tampil sebaik mungkin," tegasnya.

(roz/a2s)

Nil Maizar Puji semangat Pasukan Garuda

imbang 2-2 yang terjadi di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (25/11), nyatanya juga membuat pelatih timnas Indonesia, Nilmaizar, tidak puas. Serupa dengan Kokichi Kimura, bagi Nilmaizar hasil ini jelas membuat Indonesia harus bekerja ekstra di dua pertandingan tersisa, agar bisa lolos ke semifinal.

"Yang jelas, hasil imbang ini tidak memuaskan," kata Nilmaizar seusai laga.
Namun begitu, Nilmaizar enggan menyalahkan pemainnya. Sebaliknya, eks pelatih Semen Padang itu justru memuji kinerja anak asuhnya di lapangan. Menurut Nil, Bambang Pamungkas cs. sudah menunjukkan motivasi untuk berbuat yang terbaik.
"Saya tetap bangga pada penampilan pemain. Mereka sudah berjuang keras untuk mengejar ketertinggalan," jelas Nilmaizar.
Dalam laga melawan Laos, Indonesia sendiri dua kali tertinggal. Namun, dengan semangat juang yang tinggi, Indonesia bisa membalas. Secara pribadi, Bambang Pamungkas sendiri menilai ketertinggalan Indonesia bukan tanpa sebab. Seperti yang diakuinya, sang lawan bermain bagus di laga tersebut.
"Laos bermain amat bagus. Di grup A Vietnam hanya bermain imbang melawan Myanmar. Jadi, kejutan selalu terjadi di sebuah turnamen. Yang terpenting, kami harus berjuang sekuat tenaga di dua laga lanjutan," terang Bepe, sapaan Bambang Pamungkas.